x

DPRD Minta Pemprov DKI Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Hantavirus

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 18:09 26 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus, menyusul tercatatnya 23 kasus di Indonesia.

“Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai ini lolos dan mewabah di Jakarta nantinya,” kata Justin di Jakarta, Selasa.

Ia mengingatkan bahwa virus tersebut berpotensi mematikan, meski penyebarannya tergolong terbatas. Karena itu, menurut dia, langkah antisipasi perlu segera diperkuat agar penyebaran virus dapat dicegah sejak dini.

Menanggapi laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai satu pasien yang berada di wilayah DKI Jakarta, Justin mendesak Pemprov DKI untuk segera mengambil langkah preventif.

“Perlu dilakukan langkah-langkah preventif. Kita mengetahui bahwa salah satu pasien terduga terkena virus hanta di Indonesia berada di DKI Jakarta. Maka, ini perlu diawasi, harus diketahui sang pasien sudah pergi ke mana saja sebelumnya dan berinteraksi dengan siapa saja,” ujarnya.

Selain pelacakan riwayat perjalanan dan interaksi pasien, Justin menilai pengawasan ketat juga perlu dilakukan di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun lokasi perawatan pasien guna mencegah potensi penularan lebih luas.

“Gerakan hidup sehat di tengah-tengah masyarakat juga perlu digencarkan untuk berjaga-jaga,” imbuh Justin.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni menjelaskan bahwa Hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus, yang telah terdeteksi sejak 1991.

Menurut Andi, hingga saat ini belum terdapat bukti penularan Hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia sejak virus tersebut pertama kali ditemukan.

Ia juga menjelaskan bahwa kasus Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang berbeda dengan jenis kasus yang ditemukan di Indonesia.

“Secara global, kasus Hantavirus tersebar di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Untuk Indonesia, sejak 2024 hingga 2026 tercatat 23 kasus HFRS, tanpa temuan HPS,” ungkap Andi pada Senin (11/5).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
13 hours ago
1 day ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x