TODAYNEWS.ID — WOSPAC Barcelona Rep Office Indonesia resmi diluncurkan di Mini Soccer Pendekar Goozone Cibis Park, Senin (11/5/2026). Kehadiran akademi tersebut mengusung tema “Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat” sebagai bagian dari pengembangan talenta muda sepak bola Indonesia.
WOSPAC Barcelona Rep Office Indonesia hadir melalui kolaborasi strategis untuk memberikan pendampingan bagi calon atlet muda. Program tersebut difokuskan untuk memaksimalkan potensi pemain melalui pendekatan pembinaan modern ala Eropa.
Program yang dijalankan WOSPAC disebut melengkapi pembinaan usia dini sepak bola Indonesia. Akademi itu juga diklaim mendukung pengembangan pemain muda melalui pengalaman dan mental bertanding seperti pemain Eropa.
CEO WOSPAC Barcelona Rep Office Indonesia, Benhard Sitorus, menjelaskan WOSPAC merupakan akademi sepak bola asrama internasional yang berbasis di Barcelona, Spanyol. Akademi tersebut berdiri sejak 2010 dan fokus melatih pemain usia 10 hingga 24 tahun.
Menurut Benhard, program WOSPAC menggabungkan latihan teknik, fisik, akademik, hingga pengembangan karakter pemain. Seluruh metodologi pelatihan disebut langsung dikembangkan dari akademi utama di Barcelona.
“Programnya menggabungkan latihan teknik, fisik, dan studi. Fasilitas dan lokasi bertempat di WOSPAC Boarding School Barcelona. Para peserta mendapatkan penginapan aman, sesi teori, teknik, taktik dan pengalaman sebagai pemain lokal Spanyol ala Barcelona,” kata Benhard kepada wartawan.
WOSPAC juga menawarkan integrasi langsung dengan ekosistem sepak bola Barcelona. Para pemain muda Indonesia nantinya memiliki kesempatan menjalani latihan intensif, kompetisi resmi, hingga berinteraksi dengan klub-klub lokal Spanyol.
Selain pelatihan teknis, WOSPAC membuka akses lebih luas kepada pemain muda untuk bertemu pencari bakat, agen, dan jaringan klub sepak bola Spanyol. Hal itu disebut menjadi peluang bagi pemain Indonesia untuk menembus level profesional.
Benhard menegaskan seluruh program di Indonesia akan menggunakan metodologi resmi dari akademi pusat WOSPAC Barcelona. Menurut dia, fokus utama akademi adalah pengembangan kemampuan individu, fisik, dan nutrisi pemain.
“WOSPAC adalah tentang kualitas pelatihan yang fokus pada pengembangan skill individu, penguatan fisik, dan nutrisi dengan metodologi Spanyol. Kemitraan WOSPAC memiliki kemitraan dengan klub-klub Spanyol, termasuk EU Cornella, yang dikenal sebagai cikal bakal pemain sepak bola profesional,” ujar Benhard.
Direktur sekaligus pendiri WOSPAC, Alex Bosacoma Sesma, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia muda. Ia menyebut gairah masyarakat Indonesia terhadap sepak bola menjadi modal penting bagi pembinaan jangka panjang.
“Indonesia merupakan salah satu negara dengan gairah sepak bola terbesar di dunia dan memiliki potensi talenta muda yang luar biasa,” kata Alex Bosacoma Sesma.
Ia menambahkan kehadiran kantor representatif resmi WOSPAC di Indonesia menjadi langkah strategis untuk membangun jembatan antara talenta muda Indonesia dan sepak bola Eropa. Program tersebut juga disebut membawa standar pembinaan internasional dan pendidikan olahraga modern.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PSSI. Komite Usia Dini PSSI sekaligus Exco PSSI, Arya Sinulingga, menilai pembinaan sepak bola nasional membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Pembinaan Sepakbola di Indonesia tidak mungkin hanya dilakukan oleh Federasi, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan sepakbola,” ujar Arya Sinulingga.
Menurut Arya, kolaborasi dengan program internasional seperti WOSPAC dapat membantu peningkatan kualitas pemain muda Indonesia. Ia juga menilai kerja sama tersebut membuka peluang transfer pengetahuan kepelatihan dan penguatan sport science di Tanah Air.
Apresiasi terhadap kehadiran WOSPAC Indonesia turut disampaikan Rahmad Darmawan. Pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia itu menilai program tersebut dapat membantu pembentukan mental pemain muda.
“Para calon pemain muda harus menikmati proses latihan dan pertandingan, disiplin, berani mengambil keputusan, mengasah dan meningkatkan kemampuan, serta tidak cepat puas agar bisa menjadi sukses dan menembus tim utama,” ujar Rahmad Darmawan.
Ia menilai WOSPAC dapat menjadi sarana pengembangan mental, disiplin, dan fisik bagi pemain muda untuk mencapai level profesional. Beberapa pemain yang pernah menempuh pembinaan WOSPAC Barcelona antara lain David Raya, Keita Balde, dan Jordi Alba.