Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMK Katolik Sint Joseph, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program sekolah swasta gratis pada 2026 yang mencakup 103 sekolah dari berbagai jenjang di lima wilayah kota administrasi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jakarta. (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 23 sekolah swasta gratis di wilayah Jakarta Timur menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
“Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang belum tertampung di sekolah negeri,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur Muhammad Fahmi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut Fahmi, jumlah sekolah swasta gratis terus bertambah setiap tahun. Pada awal pelaksanaannya, program tersebut hanya melibatkan empat sekolah. Kini, jumlahnya berkembang menjadi 12 sekolah di wilayah kerjanya.
Selain itu, program sekolah swasta gratis Jakarta Timur disiapkan untuk menampung peserta didik yang belum diterima di sekolah negeri saat PPDB berlangsung. Dengan begitu, para siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
“Program ini disiapkan untuk menampung peserta didik yang belum diterima di sekolah negeri saat PPDB. Mereka tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” jelas Fahmi.
Dalam proses PPDB, calon peserta didik memiliki tiga tahapan kesempatan. Pertama, mengikuti seleksi tahap awal. Kedua, melalui tahap PPDB bersama. Namun, apabila belum berhasil pada kedua tahap tersebut, calon siswa dapat memilih sekolah swasta gratis sebagai alternatif terakhir.
Fahmi juga menegaskan program tersebut cukup fleksibel dalam persyaratan pendaftaran. Calon siswa tidak diwajibkan memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), meski keputusan akhir penerimaan tetap berada di tangan masing-masing sekolah.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang mengatakan di wilayahnya terdapat 11 sekolah swasta yang sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
“Program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus dukungan bagi sekolah swasta. Tidak semua siswa bisa tertampung di sekolah negeri, sehingga sekolah swasta menjadi solusi, dengan biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah,” ungkap Horale.
Program sekolah swasta gratis tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK).
Karena itu, kehadiran program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.