x

Garudayaksa FC Promosi ke Super League, Kisah Perjalanan Klub yang Baru Terlahir

waktu baca 3 menit
Senin, 4 Mei 2026 05:00 33 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Garudayaksa FC memastikan tiket promosi ke Super League musim depan usai memuncaki Grup A Championship 2025/2026. Di balik label “bayi ajaib”, manajemen menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil perjalanan panjang sejak era PSKC Cimahi.

Kepastian promosi diraih setelah Garudayaksa mengalahkan Persikad Depok dengan skor 3-1. Laga tersebut digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (2/5) sore WIB.

Kemenangan itu mengantarkan tim asuhan Widodo Cahyono Putro finis di puncak klasemen Grup A. Mereka sekaligus menjadi tim pertama yang mengamankan tiket promosi musim ini.

Garudayaksa unggul dalam persaingan ketat dengan Adhyaksa FC. Hasil konsisten sepanjang musim menjadi kunci keberhasilan mereka.

Klub ini diketahui dimiliki oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Manajemen tim diisi oleh Muhammad Reza Anugrah sebagai CEO, Derry Hidayat sebagai COO, dan Danang Wicaksana Sulistya sebagai pembina.

Derry Hidayat mengungkapkan bahwa timnya kerap disebut sebagai “bayi ajaib”. Julukan itu muncul karena Garudayaksa baru satu musim tampil di Championship, namun langsung promosi.

Meski demikian, Derry menegaskan bahwa klub ini memiliki perjalanan panjang. Ia menyebut fondasi tim telah dibangun sejak masih bernama PSKC Cimahi.

“Tim ini banyak yang menyebut bahwa tim ini adalah tim ajaib, yang baru muncul, terus promosi. Tapi sebenarnya, saya dan Bang Reza ini dari awal mengakuisisi tim ini dari PSKC Cimahi yang kita sempat terseok di play-off degradasi dan kita hampir turun ke kasta ketiga. Tapi Alhamdulillah kita bisa selamat,” ujar Derry.

Ia menjelaskan bahwa setelah selamat dari ancaman degradasi, manajemen langsung melakukan pembenahan besar. Hampir seluruh komposisi tim dirombak untuk meningkatkan performa.

“Dan tahun depannya kita dengan target jelas, dengan merombak hampir 90 persen. Dan kita masuk 8 besar dan hampir melaju ke semifinal, tapi terhenti di waktu itu karena kita satu grup dengan Persijap dan mereka yang promosi,” ucapnya.

Derry juga memaparkan bahwa proses akuisisi pada 2025 menjadi titik penting perkembangan klub. Meski berganti nama dan identitas, sebagian besar manajemen lama tetap dipertahankan.

“Dan pada 2025, bagaimana kami diakuisisi oleh Garudayaksa. Yang awalnya kita kolaborasi saja di Akademi Garudayaksa pada tahun itu pertama, dan pada tahun kedua kita berubah… hanya berganti nama dan berpindah homebase,” ucap Derry.

Ia menegaskan bahwa transformasi Garudayaksa tidak terjadi secara instan. Perubahan dilakukan dengan tetap mempertahankan fondasi yang telah ada sebelumnya.

“Itu sejarah Garudayaksa ini bukan ujug-ujug kita ada di Championship, hanya diakuisisi di satu sisi dan berganti nama. Tapi manajemen masih sebagian yang lama. Dan memang kita ingin penyegaran, bagaimana kita berkolaborasi di mana Garudayaksa ini, akademi, memiliki fasilitas yang sangat baik di Indonesia. Lapangan sepak bola, ada dua lapangan yang berskala internasional rumputnya, dan ada lapangan yang untuk junior. Di situ muncul, kenapa tidak kita melaju lebih profesional?” imbuhnya.

Keberhasilan promosi ini menjadi hasil dari kombinasi pengalaman manajemen dan dukungan fasilitas. Garudayaksa juga dinilai mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Kini, Garudayaksa tinggal menunggu lawan di partai final Championship. Mereka berpeluang menghadapi pemuncak Grup B.

Dua kandidat lawan yang berpotensi dihadapi adalah PSS Sleman atau Persipura Jayapura. Laga final tersebut akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara Championship musim ini.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x