Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memimpin rapat di kantor Kemensos. (Dok. Kemensos) TODAYNEWS.ID — Anggaran pengadaan sepatu siswa dalam program Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar menuai sorotan publik, terutama terkait asumsi harga per pasang yang mencapai Rp700 ribu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan masih dapat berubah melalui proses pengadaan.
Sorotan muncul seiring beredarnya informasi di media sosial. Nilai anggaran dinilai cukup besar di tengah kebijakan efisiensi.
Gus Ipul menyampaikan bahwa anggaran tersebut bukan hanya untuk sepatu. Ia menegaskan seluruh komponen digunakan untuk menunjang kebutuhan siswa.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan kebutuhan siswa dalam program ini bersifat menyeluruh. Tidak hanya perlengkapan, tetapi juga kebutuhan dasar sehari-hari.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.
Terkait harga sepatu yang dinilai tinggi, Gus Ipul menyebut angka tersebut masih berupa alokasi awal. Nilai tersebut bisa berubah setelah melalui proses lelang.
“Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya. Lha nanti kan ada proses lelang dan lain sebagainya, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan dalam proses pengadaan. Seluruh pihak diminta bekerja sesuai aturan.
“Kami sudah sampaikan kepada teman-teman yang bertanggung jawab terhadap pengadaan di Kementerian Sosial untuk tidak main-main. Kerjanya diawasi, tidak hanya oleh lembaga-lembaga resmi, tapi juga oleh masyarakat luas. Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapapun,” tegasnya.
Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan terlibat langsung dalam proses pengadaan. Ia menekankan pentingnya menjalankan prosedur yang berlaku.
“Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur, sesuai ketentuan yang ada. Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.
Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan Kemensos 2026, anggaran tersebut dialokasikan untuk 39.345 pasang sepatu. Total nilai mencapai Rp27,54 miliar yang bersumber dari APBN.
Pengadaan dilakukan melalui mekanisme e-purchasing. Program ini dijalankan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial sepanjang 2026.
Meski demikian, dokumen tersebut belum merinci spesifikasi sepatu. Informasi yang tersedia hanya menyebut produk dalam negeri.
Belum ada penjelasan terkait bahan atau standar kualitas. Detail teknis lainnya juga belum dipublikasikan.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah. Tujuannya untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa dari berbagai latar belakang.