Tangkapan layar aksi tendangan kungfu Fadly Alberto di pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara U-20 vs Dewa United U-20. (Dok. Instagram) TODAYNEWS.ID — Pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United diwarnai insiden kekerasan yang mencoreng sepak bola nasional. Aksi tendangan kungfu ke wajah pemain lawan usai laga menjadi sorotan dan memicu kecaman publik, serta akan ditelusuri untuk penjatuhan sanksi tegas.
Laga yang digelar di Stadion Citarum pada Minggu sore sejatinya berlangsung normal. Pertandingan tersebut merupakan pekan ke-33 EPA U-20 Super League.
Dalam pertandingan itu, Dewa United U-20 berhasil meraih kemenangan 2-1. Gol dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC membalas lewat Aqilah Lissunah.
Situasi berubah setelah peluit panjang dibunyikan wasit. Para pemain dari kedua tim terlibat keributan di pinggir lapangan.
Kerumunan pemain memicu terjadinya aksi kekerasan. Momen tersebut terekam kamera dan kemudian beredar luas di media sosial.
Seorang pemain Bhayangkara FC U-20 terlihat berlari dan melayangkan tendangan kungfu ke arah wajah pemain lawan. Aksi tersebut membuat pemain Dewa United terkapar di lapangan.
Identitas pelaku belum dipastikan secara resmi. Namun, warganet menduga pelaku adalah Fadly Alberto.
Sementara korban diketahui bernama Rakha. Dari dokumentasi yang beredar, wajah pemain tersebut tampak mengalami luka.
Setelah insiden itu, pelaku terlihat melarikan diri dari lokasi. Tidak lama kemudian, muncul sosok lain yang turut melakukan kekerasan terhadap korban.
Pria yang mengenakan pakaian hitam tersebut diduga bukan bagian dari kedua tim. Ia terlihat memukul pemain Dewa United yang sudah terjatuh.
Insiden ini langsung menuai kecaman dari publik. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sportivitas pemain muda.
Pelatih timnas kelompok usia, Nova Arianto, turut angkat bicara. Ia mengecam keras kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai contoh buruk.
“Melihat yang terjadi di pertandingan EPA U-20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan dan pastinya apapun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk di contoh pemain lainnya,“ ujar Nova.
Nova menegaskan pihaknya sedang melakukan penelusuran. Ia ingin memastikan fakta sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Saat ini kami sedang mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap sportif di lapangan. Pemain timnas muda diharapkan menjadi teladan bagi pemain lain.
“Selalu respect dengan apapun yang berada di lapangan dan semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali,” pungkasnya.