x

Jimly Asshiddiqie: Kalau Pemilu Gak Beres, Gak Bisa Kita Berharap Demokrasi Indonesia Berkembang

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 18:45 25 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Prof Jimly Asshiddiqie, menilai bahwa hal yang paling penting bagi demokrasi adalah bagaimana negara dapat menjaga kualitas pemilihan umum (Pemilu).

Hal itu disampaikannya dalam peluncuran buku berjudul “Etika yang Melembaga” di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengibaratkan bahwa pemilu merupakan sebagai inti dari bisnisnya demokrasi, karena itu ia berharap pemilu di Indonesia ke depan semakin besar berkembang dan berkualitas.

“Core business-nya demokrasi itu kan pemilu dan kepartaian, pemilu itu kan rutin 5 tahunan kalau pemilu itu gak beres, gak bisa kita berharap demokrasi berkembang kualitas dan integritasnya,” ucap Jimly.

Jimly mengungkapkan, bahwa saat ini tren penurunan kualitas pemilu bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di negara-negara di dunia.

“Pemilu ini kalau gak kita beresin repot ini jadi tren menurun, itu bukan cuman Indonesia, tapi global. Secara global demokrasi regression itu nyata kok di seluruh dunia,” ungkapnya.

Selain ditentukan oleh kualitas pemilu, kata Jimly, peran partai-partai politik di Indonesia juga sangat mempengaruhi bagaimana kualitas demokrasi di Indonesia.

“Begitu juga partai, kalau partai ya begini-begini aja tidak ada internal demokrasi bagaimana mungkin dia bisa diharapkan untuk efektif membangun external demokrasi,” tuturnya.

“Nah, maka kita harus memberi perhatian khusus bahwa Indonesia ini sebagai the third largest demokrasi,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
12 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x