x

Iran Pastikan Seluruh Pelabuhan di Teluk Persia Tidak Akan Aman Jika Pelabuhan Negaranya Diserang

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 23:15 24 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, memperingatkan bahwa ancaman apa pun terhadap pelabuhan Iran, maka akan memicu respons regional yang lebih luas.

Dia menyatakan tidak ada pelabuhan di Teluk Persia atau Laut Oman yang akan tetap aman jika pelabuhan Iran menjadi target serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

“Jika keamanan pelabuhan Republik Islam Iran terancam, tidak ada pelabuhan di Teluk Persia atau Laut Oman yang akan tetap aman,” kata Zolfaqari, pada Senin (13/4/2026) melansir Presstv.

Zolfaqari juga menyatat bahwa Angkatan Bersenjata Iran menganggap pembelaan hak-hak nasional negara sebagai kewajiban yang wajar dan sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan di perairan teritorial negara tersebut.

Lebih jauh, Zolfaqari menekankan bahwa perlindungan keamanan maritim di perairan Iran (Selat Hormuz) akan terus dilakukan secara tegas, termasuk pelarangan kapal-kapal yang terafiliasi musuh-musuh Iran.

“Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh tidak dan tidak akan memiliki hak untuk melewati Selat Hormuz,” tegasnya.

“Kapal-kapal lain akan diizinkan untuk melintasi selat tersebut sesuai dengan peraturan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tambah pejabat militer senior Iran itu.

Ia menegaskan bahwa Iran, akan terus menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah krisis saat ini terselesaikan mengingat ancaman terhadap negaranya masih terus berlanjut.

Zolfaqari juga menggambarkan pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika terhadap transit maritim di perairan internasional sebagai ilegal, dan sama dengan tindakan pembajakan.

Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Iran menyebut ancaman Trump sebagai “sangat menggelikan dan tidak masuk akal,” dan mengatakan bahwa militer Iran memantau dengan cermat setiap pergerakan armada AS di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, Iran telah memberlakukan pembatasan lalu lintas perairan Selat Hormuz sejak agresi AS-Israel pada 28 Februari.

Teheran mengizinkan kapal-kapal yang melayani negara-negara sahabat untuk lewat, sementara melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan para pendukungnya.

Bahkan, Parlemen Iran dikabarkan telah mendorong rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit dalam mata uang nasional dan secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
10 hours ago
12 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x