x

Imigrasi Siapkan Jalur Khusus Atlet Asing, Dukung Ekosistem Olahraga Indonesia

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Apr 2026 21:22 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Direktorat Jenderal Imigrasi menyiapkan layanan khusus berupa tim dan jalur cepat (fast track) untuk mempermudah administrasi atlet asing yang datang ke Indonesia. Langkah ini diharapkan mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus meningkatkan citra Indonesia di mata internasional.

Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan akan pemain asing di berbagai kompetisi olahraga nasional. Kehadiran atlet internasional dinilai menjadi bagian penting dalam perkembangan kualitas liga di Indonesia.

Sejumlah kompetisi seperti BRI Super League, Indonesian Basketball League, hingga Proliga mengandalkan kontribusi pemain asing di setiap musimnya.

Bahkan, pada musim ini BRI Super League memperbolehkan klub mengontrak hingga 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, tujuh pemain dapat dimainkan secara bersamaan dalam satu pertandingan.

Sementara itu, Indonesian Basketball League musim 2026 menerapkan kebijakan baru dengan mengizinkan tiga pemain asing tampil bersamaan. Adapun Proliga tetap menggunakan dua pemain asing di setiap tim.

Melihat tingginya mobilitas atlet asing, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung sektor olahraga.

“Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi,” ujar Hendarsam dalam keterangan yang diterima Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus yang fokus menangani kebutuhan administrasi atlet dan pelaku olahraga internasional. Selain olahraga, sektor seni budaya dan sains juga menjadi perhatian.

“Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya serta sains,” jelasnya.

Layanan yang disiapkan mencakup jalur khusus di bandara serta sistem administrasi berbasis aplikasi. Dengan demikian, atlet tidak perlu mengantre panjang saat tiba di Indonesia.

“Kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi,” kata Hendarsam.

Ia menilai pengalaman pertama atlet saat tiba di Indonesia sangat penting. Kesan positif akan berdampak pada citra negara secara keseluruhan.

“Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka,” ujarnya.

Meski memberikan kemudahan, Imigrasi memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan. Pendekatan berbeda akan diterapkan antara atlet yang datang untuk event singkat dan yang bekerja di Indonesia.

“Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event, fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan,” tegasnya.

Tim khusus ini juga akan mendukung penyelenggaraan berbagai event internasional di Indonesia. Di antaranya MotoGP Mandalika serta sejumlah ajang olahraga lainnya.

Langkah ini disambut positif oleh Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi. Ia menilai dukungan Imigrasi akan mempermudah penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia.

“Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket,” kata Nirmala.

Indonesia sendiri telah dipercaya menjadi tuan rumah berbagai ajang basket internasional. Di antaranya FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027 hingga FIBA U19 World Cup 2029.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap ekosistem olahraga nasional semakin berkembang. Kehadiran atlet asing diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan reputasi Indonesia di kancah global.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

17 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x