x

Transformasi Digital Pesantren: Kemenag dan OJK Sasar 42 Ribu Pondok Masuk Ekosistem Keuangan Modern

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 23:44 27 Gungde Ariwangsa

TODAYNEWS.ID – Era baru tata kelola keuangan pesantren segera dimulai. Kementerian Agama (Kemenag) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong digitalisasi sistem keuangan di lebih dari 42.000 pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah besar ini terungkap dalam dialog antara Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan jajaran OJK pada acara Puncak Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Gedung OJK Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Teknologi dan Pendidikan Karakter

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa digitalisasi di lingkungan pesantren memiliki misi yang lebih dalam daripada sekadar efisiensi transaksi. Menurutnya, sistem digital adalah sarana pembentukan budaya kejujuran.

“Digitalisasi ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga pendidikan karakter. Sistem keuangan yang transparan akan melatih kejujuran sekaligus meminimalkan potensi kebocoran dalam pengelolaan dana pesantren,” ujar Menag.

Nantinya, penerapan sistem ini akan memudahkan berbagai aktivitas finansial, seperti pembayaran operasional pesantren yang lebih terdata, pengiriman uang saku santri oleh orang tua secara real-time dan transaksi harian yang lebih praktis, aman, dan terkontrol.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyambut baik sinergi ini. Ia menyatakan bahwa program ini sejalan dengan inisiatif Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang tengah dikembangkan OJK.

“Kami tidak hanya mendorong literasi, tetapi juga membuka akses layanan keuangan bagi santri, pengelola pesantren, dan masyarakat sekitar,” ungkap Friderica. Ia juga mendorong agar literasi keuangan syariah mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di bawah Kemenag agar generasi muda terhindar dari praktik keuangan yang merugikan.

QRIS Masuk Pesantren

Digitalisasi ini juga akan menyentuh unit usaha di dalam pesantren. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, menjelaskan bahwa transaksi di kantin hingga koperasi pesantren akan diarahkan menggunakan sistem non-tunai seperti QRIS.

“Namun, kami juga menekankan pentingnya penguatan edukasi keamanan digital agar seluruh ekosistem ini terlindungi,” tambah Dicky.

Sektor perbankan, dalam hal ini Bank Syariah Indonesia (BSI), menyatakan kesiapannya menjadi tulang punggung infrastruktur digital ini. Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang terintegrasi di lingkungan pesantren.

Dengan sinergi kuat antara Kemenag, OJK, dan pelaku industri, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga menjadi simpul utama penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional yang modern dan akuntabel. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
14 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x