Kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakat (Kemenimipas) (Foto: Kemenimipas) TODAYNEWS.ID – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai menerapkan pola penghematan BBM guna mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya efisiensi energi nasional.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kemenimipas M. Akbar Hadi Prabowo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa Menteri Imipas Agus Andrianto akan menjalankan kebijakan yang selaras dengan arahan pemerintah.
“Tentu saja, Bapak Menteri akan menempuh kebijakan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah/presiden dalam rangka penghematan energi dan BBM untuk ASN mulai April 2026,” kata Akbar.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa salah satu langkah penghematan yang diterapkan adalah kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Ia menjelaskan, WFH di lingkungan Kemenimipas akan diberlakukan satu hari dalam sepekan untuk aktivitas perkantoran, dengan pengecualian bagi unit yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Kecuali yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik,” katanya.
Selain itu, Kemenimipas juga akan membatasi perjalanan dinas serta kegiatan seremonial. Di sisi lain, pemanfaatan platform digital dalam administrasi perkantoran (e-office) akan dioptimalkan, disertai efisiensi penggunaan listrik, air, dan pendingin ruangan di kantor.
Akbar menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menekan beban subsidi APBN sekaligus mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.
“Kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana dampak efisiensi terhadap konsumsi energi,” ujarnya.
Sebelumnya, Kemenimipas juga telah menerapkan kebijakan penghematan BBM melalui sistem work from anywhere (WFA) usai libur Lebaran 2026, yakni pada 25 hingga 27 Maret 2026. Saat ini, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari menteri terkait penerapan kebijakan penghematan BBM pada 30 Maret.