x

Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, Serang Dua Kota Dekat Fasilitas Nuklir

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Mar 2026 07:41 27 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Gelombang serangan rudal Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Israel. Serangan tersebut menghantam dua kota di selatan Israel yang berada dekat fasilitas nuklir.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat ratusan korban akibat serangan tersebut. Sebanyak 116 orang terluka di Arad dan 64 lainnya di Dimona setelah rudal balistik menghantam wilayah itu pada Sabtu malam.

Serangan ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas nuklir di sekitar lokasi. Namun, International Atomic Energy Agency menyatakan belum menemukan kerusakan pada fasilitas riset yang berjarak sekitar 13 kilometer dari Dimona.

Media pemerintah Iran sebelumnya menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan. Langkah itu dilakukan setelah fasilitas nuklir Natanz di Iran menjadi sasaran serangan pada hari yang sama.

Ketegangan terus meningkat setelah serangan lanjutan terjadi di wilayah lain. Layanan darurat Magen David Adom melaporkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat bom tandan di Tel Aviv pada Minggu.

Militer Israel mengungkapkan skala serangan yang lebih luas. Angkatan Udara menyebut Teheran telah meluncurkan sekitar 400 misil sejak serangan gabungan AS–Israel pada 28 Februari.

Dari ratusan misil tersebut, sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan. Militer mengklaim sekitar 92 persen ancaman dapat diantisipasi.

Meski demikian, beberapa rudal tetap berhasil menghantam target. Di Arad, warga menggambarkan ledakan sebagai pengalaman yang sangat menakutkan.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada bangunan. Kawah besar terlihat di lokasi dampak, sementara sejumlah gedung mengalami kerusakan parah.

Seorang paramedis, Naram Zaid, menggambarkan kondisi korban di lapangan. Ia mengatakan melihat “banyak anak dengan luka di kepala dan dada” akibat tertimpa material bangunan.

Ia juga menceritakan upaya penyelamatan seorang anak korban luka. “Saya berusaha menenangkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang mengalami luka di kepala, dengan darah di wajahnya akibat pecahan kaca,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi penuh tekanan. “Ia menolak masuk ambulans karena orang tuanya masih berada di dalam gedung. Kami menunggu hingga orang tuanya dievakuasi dari blok apartemen yang hancur, lalu mengirim mereka semua ke rumah sakit.”

Kerusakan signifikan juga terjadi di Dimona. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

Petugas pemadam kebakaran Israel menjelaskan kegagalan sistem pencegat. “Di Dimona dan Arad, peluncur pencegat ditembakkan namun gagal mengenai ancaman, sehingga terjadi dua hantaman langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram,” kata mereka.

Seorang warga Dimona, Ahmadiel Ben Yehuda, mengaku merasakan langsung dampak serangan. Ia menyebut hampir seluruh rumah di komunitasnya mengalami kerusakan.

“Ada kerusakan di semua rumah di komunitas kami—banyak langit-langit runtuh dan jendela pecah—termasuk di rumah saya sendiri,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan kondisi lokasi jatuhnya misil yang hancur total. “Seluruh area benar-benar hancur, termasuk sebuah taman kanak-kanak.”

Menurutnya, kehancuran tersebut sulit dipercaya. “Saya merasa ngeri. Sulit dipercaya kekuatan sebuah misil bisa menghancurkan beton, melihat kehancuran itu sulit dipahami.”

Pemerintah Israel merespons cepat insiden ini. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog mengunjungi lokasi terdampak pada Minggu.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

17 hours ago
17 hours ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x