Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi guna menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan mencapai suhu ekstrem pada tahun ini.
Kemarau panjang menurut Rina berpotensi membuat sektor pertanian mengalami gagal panen. Sebab itu ia meminta penerima untuk menyiapkan langkah terukur untuk mengatasi resiko tersebut.
“Kita tidak bisa menganggap sepele ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi secara terukur dan terencana agar petani tidak mengalami gagal panen,” tegas Rina kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Sebagai informasi peringatan kemarau panjang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan sebanyak 325 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih awal.
Karena itu, menurut Rina, prediksi BMKG tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah. Sektor pertanian, khususnya produksi padi, sangat rentan terhadap ketersediaan air.
Ia menekankan pentingnya mitigasi terstruktur agar pasokan air untuk lahan pertanian tetap terjaga.
“Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai ketika kemarau sudah berlangsung lama, pemerintah baru bergerak. Jika banyak sawah mengalami kekeringan dan gagal panen, dampaknya tentu akan terasa pada produksi beras nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Politisi PKB itu meminta pemerintah segera memperbaiki dan memastikan fungsi sistem irigasi pertanian berjalan optimal.
Selain itu, ia mendorong penyediaan pompa air bagi petani, optimalisasi embung dan waduk pertanian, percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak, serta penyesuaian pola tanam di daerah rawan kekeringan.
Rina juga mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah untuk segera memetakan wilayah rawan kekeringan. Dengan pemetaan yang akurat, bantuan dan intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Antisipasi sejak dini sangat penting agar musim kemarau tidak berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.