Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil melaju ke babak kedua Swiss Open 2026. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil melaju ke babak kedua Swiss Open 2026. Mereka memastikan tiket tersebut setelah mengalahkan pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Pertandingan berlangsung di Basel. Dalam laga tersebut, Jafar/Felisha meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-7.
Kemenangan ini memastikan langkah pasangan Indonesia itu ke babak berikutnya di turnamen BWF tersebut. Meski menang cukup meyakinkan, keduanya mengakui penampilan mereka belum sepenuhnya maksimal.
Felisha mengatakan pada gim pertama dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan permainan. Namun setelah itu mereka mampu memperbaiki strategi untuk menghadapi lawan.
“Puji Tuhan menjalankan pertandingan dengan baik. Tidak ada cedera, menang juga dan juga bermain cukup dominan. Catatan di gim pertama, saya masih ada adaptasi, masih ada kagok-kagoknya tapi setelah itu coba difokuskan, langsung diubahlah sesuai sama lawan untuk lebih dominan di gim kedua,” kata Felisha.
Menurutnya, perubahan strategi tersebut membantu mereka tampil lebih percaya diri pada gim kedua. Hasilnya, pasangan Indonesia mampu menguasai jalannya pertandingan.
Senada dengan Felisha, Jafar juga menilai pertandingan tersebut masih diwarnai sejumlah kesalahan dari kedua pasangan. Ia menyebut lawan cukup sering melakukan kesalahan sendiri.
“Mereka tidak terlalu in mainnya, banyak melakukan kesalahan sendiri tapi kami juga begitu. Masih banyak salahnya. Tadi coba masuk dulu saja bolanya, dienak-in mainnya,” ujar Jafar.
Felisha menambahkan bahwa dua minggu sebelum turnamen mereka sempat berlatih bersama pasangan Inggris tersebut. Latihan tersebut berlangsung di Milton Keynes.
Menurut Felisha, dalam sesi latihan tersebut Hemming/Van Leeuwen tampil cukup baik. Hal itu membuat mereka sempat memperkirakan akan menghadapi perlawanan lebih sengit.
“Tadi juga saya di awal expect-nya mereka akan ngasih perlawanan yang lebih. Cuma mungkin namanya pertandingan tekanannnya berbeda. Mungkin hal inin yang bikin berubah dan keuntungannya buat kami,” beber Felisha.
Sementara itu, Jafar juga menyoroti posisi pasangan ganda campuran Indonesia dalam bagan turnamen. Ia menilai banyak pasangan Indonesia berada pada pool yang sama.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup merugikan karena membuka peluang sesama pasangan Indonesia saling bertemu lebih awal. Situasi itu dinilai mengurangi peluang terjadinya final sesama wakil Indonesia.
“Memang cukup merugikan ketika semua ganda campuran Indonesia berada di pool bawah. Harusnya ada yang di atas juga daripada numpuk di bawah, sayang kan. Jadi siapa tau bisa all final, tapi ini cuma satu yang bisa masuk final,” papar Jafar.