TODAYNEWS.ID – Seluruh anggota Majlis Parlemen Iran menyatakan kesetiaan dan patuh kepada Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei dan menganggap Pemimpin baru tersebut sebagai figur yang paling memenuhi syarat dan mampu mengisi posisi tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (9/3/2026) melansir Presstv, para anggota parlemen menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai tokoh yang paling tepat untuk melanjutkan jalan cemerlang pendiri Republik Islam Imam Khomeini dan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Pernyataan tersebut menyusul penunjukan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei oleh Majelis Pakar sebagai Pemimpin baru Republik Islam setelah gugurnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei akibat agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Para anggota parlemen Iran meyakini bahwa Mojtaba Khamenei akan memimpin bangsa Iran dengan kebijaksanaan dan ketegasan, serta mendapatkan kepercayaan dari rakyat, dan semangat revolusioner yang sama.
“Kami bersujud dengan penuh hormat di hadapan keagungan dan kemuliaan perjuangan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai syahid dan menyampaikan belasungkawa atas kesyahidannya kepada bangsa Iran yang mulia, bangsa Muslim di seluruh dunia, dan semua orang yang mencintai kebebasan di seluruh dunia,” kata pernyataan tersebut.
Para anggota parlemen menekankan bahwa, pada titik penting dalam sejarah Revolusi Islam saat ini, mereka menganggap pengangkatan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin ketiga Revolusi Islam merupakan tanda yang jelas akan vitalitas dan kekuatan lembaga Islam di negara itu, yang mewakili demokrasi berbasis agama.
Mereka mencatat bahwa lembaga tersebut terdiri dari struktur di mana otoritas tertinggi negara muncul dari kehendak rakyat dan, dalam kerangka Konstitusi, ditentukan melalui pertimbangan dan pengakuan Majelis Ahli, sehingga memastikan “kelanjutan kepemimpinan bijaksana Revolusi.”
Mereka menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin baru di sepanjang situasi saat ini, “ketika Republik Islam terlibat dalam perjuangan melawan agresor asing yang arogan.”
Mereka menambahkan bahwa komitmen tersebut bertujuan untuk membantu “Republik Islam Iran melanjutkan jalan kemajuan, kemerdekaan, martabat nasional, dan keadilan dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.”
Para legislator itu juga menyerukan kepada bangsa, elit, kekuatan politik dan sosial, kaum muda, akademisi, dan cendekiawan untuk menjaga persatuan dan solidaritas nasional
Parlemen Iran menyerukan untuk bersatu di bawah komando Pemimpin baru, dan tidak membiarkan musuh memanfaatkan momen bersejarah ini untuk menciptakan perpecahan atau melemahkan kemauan nasional.
Mereka menegaskan keyakinan bahwa, di bawah Pemimpin baru, negara akan berhasil melewati “tahap kedua Revolusi ini dengan momentum yang lebih besar.”
“Jalan menuju kemajuan negara, penguatan kekuatan nasional, pendalaman keadilan, dan pergerakan menuju terwujudnya peradaban Islam modern akan ditempuh dengan tekad yang kuat,” demikian pernyataan Majelis Parlemen Iran.