x

Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Terhenti di Perempatfinal All England 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Mar 2026 21:14 34 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Langkah dua wakil Indonesia di sektor tunggal harus terhenti pada babak perempatfinal All England 2026. Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani sama-sama gagal melangkah ke semifinal setelah kalah dari lawan masing-masing.

Alwi Farhan dikalahkan unggulan kedua asal Thailand Kunlavut Vitidsarn dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Jumat (6/3/2026). Ia menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 12-21.

Dalam laga tersebut, Alwi sempat mengalami kendala pada perlengkapannya. Sepatunya rusak di awal gim kedua dan sempat mengganggu jalannya pertandingan.

“Pertama-tama mengucap syukur alhamdulillah walau saya tidak terlalu puas dengan performa saya hari ini. Sebenarnya dari start game pertama sudah benar, tapi dari mulai interval pertama Kunlavut berubah pola dan saya kurang bisa antisipasi dengan lebih cepat. Itu kesalahan saya,” kata Alwi.

Ia juga mengakui insiden sepatu yang rusak sempat memengaruhi konsentrasinya. Namun Alwi menegaskan hal itu bukan alasan atas kekalahan yang dialaminya.

“Di gim kedua awal, terjadi insiden sepatu saya rusak dan itu seperti mengganggu tapi saya harus lewati dan itu bukan alasan. Memang ada kerugian tapi tetap saya mengakui kekalahan saya hari ini dan saya akan kembali lebih kuat,” ujarnya.

Alwi menilai Kunlavut sebagai pemain yang sangat tangguh di lapangan. Menurutnya, ketangguhan lawan menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.

“Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, pemain yang kuat untuk sekarang. Itu modal dia untuk bisa mencapai level yang sekarang. Dan saya coba melawan hal dari situ tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulannya,” kata Alwi.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Alwi tetap melihat perkembangan dari penampilannya di turnamen ini. Ia menyebut debutnya di All England memberikan pelajaran berharga.

“Hal positif yang bisa saya ambil dari All England pertama ini adalah jeri payah latihan saya, persiapan selama menuju ke sini menunjukkan hasil yang cukup ada perkembangan. Saya sudah mulai bisa revans dengan lawan yang kemarin 2 kali kalah, Chou Tien Chen tapi memang belum berhasil dari Kunlavut,” ujarnya.

Sementara itu, kekalahan juga dialami Putri Kusuma Wardani di nomor tunggal putri. Ia harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan An Se-young.

Pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham itu berakhir dalam dua gim langsung. Putri kalah 11-21 dan 14-21 dalam laga yang berlangsung selama 39 menit.

Sejak awal pertandingan, An Se-young langsung mengambil kendali permainan. Ia bahkan sempat mencatatkan 11 poin beruntun pada gim pertama untuk unggul jauh dari Putri.

Putri mengakui masih banyak aspek permainan yang perlu diperbaiki untuk menghadapi pemain papan atas dunia. Ia menilai konsistensi menjadi salah satu hal yang harus ditingkatkan.

“Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top 4 karena menurut saya benar-benar yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar. Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu,” kata Putri.

Putri juga menilai pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting dalam kariernya. Ia mengaku belajar banyak dari permainan An Se-young yang saat ini berstatus pemain nomor satu dunia.

“Pengalaman sangat baik sampai di perempatfinal All England ini. Saya belajar banyak dari pemain nomor satu dunia bagaimana penerapan cara berpikir dan konsisten di lapangannya. Cara bermainnya tidak hanya mematikan lawan tapi juga bisa membuat lawan mati sendiri,” ujar Putri.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x