Alwi Farhan melaju ke 16 besar tunggal putra All England 2026 usai mengalahkan Ayush Shetty di babak 32 besar dengan skor 19-21, 21-9, 21-17. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, memastikan langkah ke babak 16 besar All England 2026. Ia menyingkirkan wakil India, Ayush Shetty, dalam duel tiga gim.
Pertandingan babak 32 besar itu berlangsung di Utilita Arena Birmingham pada Rabu (4/3/2026) malam WIB. Alwi menang dengan skor 19-21, 21-9, 21-17 dalam waktu 1 jam 15 menit.
Pada gim pertama, Alwi sempat memegang kendali permainan. Namun momentum berubah ketika Shetty mampu bangkit di fase akhir pertandingan.
Wakil India itu yang sebelumnya tertinggal hingga 12-17 berhasil membalikkan keadaan. Shetty akhirnya menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-19.
Memasuki gim kedua, Alwi tampil lebih disiplin dan mengurangi kesalahan sendiri. Ia tidak memberi ruang bagi Shetty untuk mengembangkan permainan.
Alwi langsung memimpin jauh dengan selisih angka mencolok. Ia sempat unggul 14-4 dan kemudian 19-6 sebelum menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21-9.
Pertarungan berlanjut sengit pada gim penentuan. Alwi kembali tampil dominan sejak awal pertandingan.
Ia memimpin 11-6 saat interval dan terus menjaga jarak poin. Keunggulan itu berlanjut hingga 16-10 dan kemudian 19-13.
Shetty sempat memperkecil ketertinggalan hingga 17-20. Namun Alwi akhirnya memastikan kemenangan setelah meraih poin terakhir untuk menutup gim ketiga 21-17.
Hasil ini menjadi kemenangan perdana Alwi di ajang All England. Ia mengaku bersyukur bisa tampil dan meraih hasil positif di turnamen bergengsi tersebut.
“Pertama-tama, alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Alwi.
Ia juga menyinggung adanya jeda pertandingan pada gim pertama karena lawannya mengalami cedera di lutut. Kondisi itu membuat ritme pertandingan sempat berubah.
“Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan kesempatan walau saya rasa saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada medical break sehingga pertandingan terhenti,” ujarnya.
Alwi menambahkan bahwa ia berhasil bangkit pada dua gim terakhir dengan mengatasi keraguan dalam dirinya. Ia juga menilai persaingan tunggal putra saat ini semakin terbuka.
“Beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan. Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan,” ujar Alwi.