x

Prabowo Siap Bertolak ke Teheran, MPR: Bentuk Konsistensi Terhadap UUD NRI 1945

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 12:00 67 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Teheran guna memfasilitasi dialog kepada Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menempuh jalur perdamaian.

Menanggapi itu, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, bahwa sikap Presiden Prabowo tersebut sebagai bentuk ketaatan terhadap Konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Itu semuanya sebagai bentuk konsistensi pelaksanaan alinea ke-4 Pembukaan UUD NRI 1945 yakni antara lain turut aktif mewujudkan perdamaian dunia,” kata Hidayat, mengutip Selasa (2/3/2026).

Sebagai negara berdaulat yang tetap bebas aktif, kata Hidayat, Indonesia harus turut serta menghadirkan perdamaian, menghentikan perang, dan mempersiapkan situasi yang kondusif di Timur Tengah dan di kawasan internasional lainnya.

Dia juga sependapat bahwa pendekatan dialog dan diplomasi harus dikedepankan oleh masing-masing negara yang semuanya masih menjadi anggota PBB, karena demikianlah ketentuan dalam Deklarasi Piagam PBB Pasal 2 ayat (4), dengan tetap menghormati hukum internasional dan konvensi PBB.

“Segala bentuk perang harusnya segera dihentikan, karena menjauhkan perdamaian (peace), hanya melahirkan korban, tragedi kemanusiaan, distabilitas, dan merugikan masing-masing pihak, serta merusak tatanan hukum internasional yang diakui PBB,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Hidayat, akibat serangan Israel dan AS ke Iran direspons oleh Iran bukan hanya dengan menyerang balik ke Israel, tetapi juga ke sejumlah pangkalan militer AS di sejumlah negara tetangganya, seperti di Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Qatar, bahkan hingga Arab Saudi.

“Hal ini berpotensi memperlebar konflik, karena masing-masing negara itu merasa dilanggar kedaulatannya, serta warga sipil dari negara-negara tersebut juga berpotensi menjadi korban dan ikut terkena imbas dari serangan balik tersebut,” tukasnya.

“Dan yang dirugikan dari itu semua adalah sesama negara Muslim, yang juga potensial menjadi korban dari proyek ekspansionisme Israel Raya,” tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya Kemlu RI menyatakan kesiapan Prabowo bertolak ke Teheran usai AS-Israel melancarkan serangan dadakan ke Iran pada Sabtu (28/1) di saat perundingan perdamaian antara AS dan Iran masih berlanjut.

Kemlu pun pada saat-saat serangan AS-Israel ke Iran, mengeluarkan pengumuman, bahwa “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif”.

“Dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis akun resmi Kemlu di X, pada Sabtu (28/2).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

56 minutes ago
7 hours ago
20 hours ago
24 hours ago

LAINNYA
x
x