APINDO Kota Bandung dukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Todaynews.id) TODAYNEWS.ID – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bandung Ahmad Kosim Asmari mendukung penuh terlaksananya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Menurutnya, sensus ekonomi ini diharapkan mampu menghasilkan arah kebijakan dan pembangunan ekonomi yang lebih baik.
“Sebagai pelaku usaha tentunya APINDO berharap pemerintah tidak salah dalam mengeluarkan kebijakan, karena jika salah akan berdampak buruk terhadap kondisi perusahaan,” kata Ahmad Kosim Asmari.
Ia juga berpesan, hasil sensus tersebut harus menjadi acuan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan khususnya terkait upah pegawai.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi harus bergantung kepada hasil data yang valid dan jujur,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), dengan memberikan data yang valid.
Untuk itu, seluruh perangkat daerah, lapisan masyarakat khususnya pelaku usaha, mulai dari mikro, kecil dan menengah di Kota Bandung untuk mengambil bagian dalam suksesnya Sensus Ekonomi 2026.
“Setiap informasi sangat berarti dalam menentukan pembangunan ekonomi kota ini,” katanya.
Perlu diketahui, Badan Pusat Statistik Kota Bandung memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung pada 1 Maret 2026 hingga 31 Juli 2026. Di mana Sensus Ekonomi dilakukan secara digital dan kunjungan langsung.
Pendataan ini mencakup usaha besar hingga usaha rumah tangga sehingga gambaran riil perekonomian daerah tersaji lengkap sebagai dasar kebijakan.
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,3 Persen
Di sisi lain, Ahmad Kosim memberikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Bandung di bawah komando Wali Kota Muhammad Farhan yang berhasil menaikan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,3 persen di awal tahun 2026.
Meski masih banyak tantangan, namun hasil ini membawa angin segar bagi kondisi perekonomian di Kota Bandung.
“Tentunya pertumbuhan ekonomi ini sangat baik bagi iklim usaha di Kota Bandung. Perusahaan memiliki andil besar terhadap pendapatan daerah sehingga pertumbuhan ekonomi saat ini bisa naik hingga 5 persen,”kata Ahmad Kosim.
Lanjutnya, naiknya pertumbuhan ekonomi harus membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan keuntungan perusahaan.
Di mana, pertumbuhan ekonomi harus bisa meningkatkan daya beli dan mendorong permintaan barang dan jasa lebih tinggi sehingga menghasilkan penjualan dan profit yang lebih baik.
“Peluang ekspansi bisnis juga harus semakin besar. Lingkungan ekonomi yang positif akan memudahkan perusahaan untuk mengembangkan operasi, membuka cabang baru, atau meluncurkan produk baru. Dengan kondisi ini akan memungkinkan perusahaan untuk merekrut tenaga kerja baru,”ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung diproyeksikan meningkat di atas 5 persen. Hal ini ditunjang dengan berbagai indikator seperti makro ekonomi yang menunjukkan tren positif sejak 2025. ***