TODAYNEWS.ID — Real Madrid dan UEFA sepakat mengakhiri konflik panjang terkait proyek European Super League. Kedua pihak mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan untuk menutup sengketa hukum yang berlangsung beberapa tahun terakhir.
Kesepakatan ini menjadi babak baru dalam dinamika sepak bola Eropa. Real Madrid sebelumnya tercatat sebagai klub terakhir yang masih terikat dengan proyek liga tandingan tersebut.
Barcelona yang sempat mendukung Super League memilih mundur. Klub asal Catalunya itu kembali menjalin hubungan dengan UEFA dan asosiasi klub Eropa.
Konflik kembali memanas pada Oktober 2025. Saat itu Real Madrid mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap UEFA.
Gugatan tersebut muncul setelah UEFA kalah dalam proses banding di pengadilan. Putusan Pengadilan Provinsi Madrid menyatakan UEFA bersama Federasi Sepak Bola Spanyol dan La Liga melakukan praktik anti-kompetitif.
Pengadilan menilai larangan terhadap klub yang ingin bergabung ke kompetisi di luar struktur resmi tidak sejalan dengan prinsip persaingan. Putusan itu memperkuat posisi Real Madrid dalam sengketa tersebut.
Sebelumnya, Mahkamah Eropa pada 2023 juga menyatakan larangan terhadap klub peserta Super League tidak sesuai hukum Uni Eropa. Putusan tersebut sempat memberi dorongan bagi upaya menghidupkan kembali kompetisi alternatif.
Dalam perkembangan terbaru, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid menyatakan telah menemukan titik temu. Mereka menyampaikan pernyataan bersama terkait kesepakatan tersebut.
Dalam pernyataan itu, para pihak menegaskan kesepakatan dibuat demi kepentingan sepak bola klub Eropa secara keseluruhan. Kesepakatan ini sekaligus menjadi dasar penyelesaian seluruh proses hukum yang sebelumnya berjalan.
Beberapa poin utama yang disorot mencakup penghormatan terhadap prinsip merit olahraga. Selain itu, terdapat komitmen pada keberlanjutan finansial klub dalam jangka panjang.
Para pihak juga menekankan peningkatan pengalaman suporter melalui pemanfaatan teknologi. Hal tersebut disebut sebagai bagian dari arah baru sepak bola Eropa.
European Super League pertama kali diumumkan pada 2021 dengan dukungan 12 klub elite Eropa. Namun enam klub Premier League mundur dalam tiga hari akibat gelombang protes suporter dan tekanan berbagai pihak.
Upaya kebangkitan dilakukan pada akhir 2024 melalui konsep Unify League yang melibatkan 96 klub dalam empat divisi, tetapi rencana itu gagal mendapat respons mayoritas pemangku kepentingan.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah Real Madrid sepenuhnya meninggalkan proyek Super League, meski kesepakatan terbaru membuat hubungan dengan UEFA kembali mencair dan membuka peluang stabilitas baru di sepak bola Eropa.