x

Pramono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Masa Depan Bangsa

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Feb 2026 11:57 43 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi menandatangani nota kesepakatan sinergi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional (BGN). Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen nyata Pemprov dalam mendukung program prioritas nasional guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.

Pramono mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan BGN merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Saya merasa sangat bangga karena apa yang dilakukan melalui program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang luar biasa dan signifikan bagi Jakarta,” tuturnya di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Senin (9/2).

Ia menjelaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita. Melalui kemitraan dengan BGN, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Jakarta mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kepuasannya atas perkembangan positif Jakarta sebagaimana laporan Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana. Program ini dinilai memberikan dampak nyata terhadap kondisi sosial dan ekonomi ibu kota.

“Saya termasuk orang yang sangat bahagia ketika Prof. Dadan menyampaikan bahwa kondisi Jakarta saat ini sudah menjadi lebih baik. Hal tersebut membuat saya bangga karena dampak program ini sangat nyata,” urainya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan efek positif.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata nasional, dan ini patut kita syukuri bersama. Yang paling membahagiakan bagi saya adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada ekonomi, perbaikan gizi juga berkontribusi pada penurunan angka stunting, berkurangnya tingkat kemiskinan, serta meningkatnya lapangan kerja. Selain itu, kualitas pendidikan anak-anak Jakarta dinilai semakin baik.

“Angka stunting menurun, tingkat kemiskinan juga turun, dan lapangan kerja mengalami peningkatan. Di sisi lain, kondisi pendidikan anak-anak sekolah di Jakarta relatif sangat baik,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat dukungan di sektor pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Saat ini, lebih dari 700 ribu siswa menerima manfaat KJP Plus sehingga sebagian besar biaya pendidikan ditanggung pemerintah daerah.

“Melalui KJP Plus, biaya sekolah anak-anak ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sementara kebutuhan gizi mereka dipenuhi melalui dukungan dari Badan Gizi Nasional,” papar Pramono.

Dari sisi pemerataan ekonomi, Gini ratio Jakarta yang sebelumnya cenderung meningkat kini mulai menunjukkan tren penurunan. Meski belum signifikan, kondisi ini menjadi sinyal positif atas kontribusi bersama Pemprov dan BGN dalam menyukseskan program MBG.

“Selama bertahun-tahun Gini ratio Jakarta melebar dari 0,39 hingga 0,41 dan tidak pernah turun. Alhamdulillah, kini mulai menunjukkan penurunan. Meskipun belum besar, hal ini menjadi sinyal yang sangat positif,” katanya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memperkuat rantai pasok pangan. Pengelolaan yang terintegrasi dinilai penting guna menjaga stabilitas inflasi dan memastikan keberlanjutan program.

Ia menegaskan bahwa BUMD sektor pangan dan sektor keuangan akan dilibatkan secara aktif, termasuk membuka akses pembiayaan profesional melalui Bank Jakarta bagi pihak yang membutuhkan.

“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar rantai pasok pangan dapat dikelola secara optimal. Dengan berbagai kemudahan tersebut, kami berharap kerja sama antara Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin kuat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Pramono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
20 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x