x

Seskab Teddy Jelaskan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Mantan Menlu

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 09:06 36 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI dalam rangka berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, pada Rabu, 4 Februari 2026.

“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan beberapa penjelasan, sekaligus mendengarkan masukan serta menjawab beberapa pertanyaan dari para tokoh yang hadir,” tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (5/2/2026).

Teddy menyampaikan dalam pertemuan itu Presiden Prabowo menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang beliau lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia.

“Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal penting yang telah dicapai dalam 1 tahun terakhir,” tulis Teddy.

Adapun capaian pemerintah dalam 1 tahun terakhir ini di antaranya; Indonesia bergabung dengan BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia, penetapan tarif dagang 0 persen di 27 negara Uni Eropa.

Selanjutnya, kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi di mana Indonesia akan mempunyai fasilitas sendiri, khusus bagi jemaah haji Indonesia dan Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS.

“Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” tulis Teddy.

Terkait Board of Peace, Teddy mengatakan, keanggotaan Indonesia tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan.

“Mengenai biaya USD 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib,” tulis Teddy.

Teddy menjelaskan, saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan. Teddy berujar para negara anggota boleh membayar atau tidak.

“Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” tulis Teddy.

Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 minutes ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x