Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengpresiasi kinerja Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, capaian kinerja makro dan pengelolaan keuangan Kemenperin menunjukkan kualitas tata kelola yang kuat dan akuntabel.
“Capaian ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan program dan keseriusan Kemenperin dalam mengelola anggaran negara secara bertanggung jawab,” ujar Evita, mengutip Jumat (30/1/2026).
Seperti diketahui, realisasi anggaran Kemenperin pada TA 2025 tercatat mencapai Rp2,94 triliun atau 98,15 persen dari pagu efektif Rp3,134 triliun.
Komisi VII juga kata Evita, juga mencermati rencana anggaran Kemenperin Tahun Anggaran 2026 yang diusulkan sebesar Rp2,112 triliun.
Adapun anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat sektor industri kecil dan menengah (IKM) dalam mempercepat hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, serta mengembangkan industri prioritas nasional.
Selain itu usulan penambahan anggaran ini juga meliputi percepatan ekspor produk industri, peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi, penguatan sumber daya manusia industri, pengembangan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan industri halal dan kawasan industri sebagai pusat aglomerasi.
Selain itu, Komisi VII juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan industri kecil yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Program pemulihan ini menyasar 2.824 IKM dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp318,904 miliar. Pemulihan IKM pascabencana harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar roda ekonomi daerah dapat kembali bergerak,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.