x

Persiapan Angkutan Lebaran, Kemenhub Gelar Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang di Tarakan

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 21:15 23 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melaksanakan uji kelaiklautan kapal sebagai bagian dari persiapan Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 di Pelabuhan Penyeberangan Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. Langkah ini menjadi upaya awal untuk memastikan kapal penumpang beroperasi dengan standar keselamatan optimal.

Uji petik berlangsung pada 26–27 Januari 2026 terhadap tiga kapal penumpang milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yaitu KMP Manta, KMP Manta II, dan KMP Julung-Julung. Ketiga armada tersebut diperiksa menyeluruh guna memastikan kesiapan operasional menjelang masa angkutan puncak.

Kegiatan ini dijalankan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang dipimpin oleh Rudin, Sub Koordinator Substansi Kelompok Keselamatan Kapal Barang dan Peti Kemas. Selain itu, pemeriksaan turut didampingi Marine Inspector KSOP Kelas II Tarakan, Capt. Suma Indra Bayu, sehingga proses pengawasan berjalan komprehensif.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menjelaskan bahwa uji petik dilakukan berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 1 Tahun 2025 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2026 tertanggal 14 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi pada masa Angkutan Lebaran memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan sesuai ketentuan nasional dan internasional.

“Uji petik ini merupakan langkah preventif yang krusial dalam menjamin keselamatan pelayaran, sekaligus bentuk komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal penumpang yang melayani masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026 benar-benar laik laut. Setiap temuan harus segera ditindaklanjuti sebelum kapal dioperasikan, karena keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” ujar Samsuddin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim uji kelaiklautan kapal menemukan sejumlah ketidaksesuaian pada ketiga kapal. Temuan tersebut mencakup dokumen kelaiklautan, kelengkapan serta kondisi peralatan keselamatan, pemenuhan safemanning awak kapal, hingga penerapan manajemen keselamatan kapal.

“Menindaklanjuti hasil tersebut, tim uji petik merekomendasikan agar seluruh temuan dipenuhi paling lambat sebelum 19 Februari 2026. Khusus untuk KMP Manta, penyelesaian temuan direkomendasikan dilakukan pada saat kegiatan pengedokan pada minggu pertama Februari 2026,” ungkap Samsuddin.

Samsuddin juga menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap tindak lanjut hasil uji petik. Hal ini selaras dengan komitmen Ditjen Hubla dalam menjaga keselamatan pelayaran melalui prinsip Zero Compromise For Safety, yakni tidak ada toleransi terhadap kelalaian maupun pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.

“Kami memastikan kapal tidak akan dioperasikan apabila temuan-temuan keselamatan belum dipenuhi. Prinsip kami jelas, tidak ada kompromi terhadap keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen meningkatkan pengawasan kelaiklautan kapal secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, Angkutan Lebaran 2026 diharapkan berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
9 hours ago
12 hours ago

LAINNYA
x
x