x

MoU Kagawa Buka Peluang Besar bagi Pekerja Migran Indonesia

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Jan 2026 14:50 25 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Indonesia dan Jepang mempererat kolaborasi dalam tata kelola Pekerja Migran Indonesia. Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), Dwisetiawan Susanto, mewakili Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Mr. Ikeda Toyohito, di Jakarta, Jumat 23 Januari 2026.

Pertemuan ini menjadi penanda penting pasca-transformasi kelembagaan dari Badan (BP2MI) menjadi Kementerian P2MI. Melalui sinergi ini, sistem pelindungan dirancang lebih menyeluruh agar setiap Pekerja Migran Indonesia yang berangkat ke Negeri Sakura, khususnya ke Kagawa, berada dalam ekosistem yang tertata rapi.

Dalam agenda tersebut, Menteri Mukhtarudin hadir bersama Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Sekretaris Jenderal Komjen Pol. Dwiyono. Sementara itu, Gubernur Ikeda Toyohito turut membawa delegasi strategis, termasuk Dirjen Departemen Perdagangan, Industri, dan Tenaga Kerja Kagawa Mr. Terashima Kenji serta pimpinan asosiasi bisnis setempat.

Dalam sambutannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan menjadi kementerian merupakan amanat langsung Presiden untuk memperkuat fungsi pelindungan dari hulu hingga hilir.

“Sejak berdirinya Kementerian P2MI, kami menjadi satu-satunya pengampu urusan pekerja migran. Jika sebelumnya fungsi regulator berada di Kementerian Ketenagakerjaan, kini otoritas penuh mulai dari penetapan kebijakan, pelatihan, hingga perlindungan berada di bawah Kementerian P2MI,” ujar Mukhtarudin.

Selain itu, Menteri Mukhtarudin juga menilai langkah Prefektur Kagawa sudah sangat tepat dalam membangun kerja sama langsung.

“Gubernur datang ke tempat yang tepat, karena di sinilah implimentasi kebijakan negara sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang terkait perlindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia dalam menciptakan tata kelola yang baik dan terstruktur,” beber Menteri Mukhtarudin.

Peluang Besar di Sektor Strategis Kagawa

Berdasarkan paparan data, Prefektur Kagawa saat ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni sekitar 2.000 hingga 2.950 orang. Kebutuhan tersebut tersebar di sektor perhotelan, hospitality, manufaktur, dan konstruksi.

Data dari Sistem Informasi Calon Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) menunjukkan tren yang terus meningkat. Kini, lebih dari 2.100 Pekerja Migran Indonesia telah bekerja dan berkontribusi di Kagawa.

Komposisi itu mencakup 40% peserta pemagangan dan 30% pekerja skema Specific Skilled Workers (SSW). Kenaikan angka SSW menandakan bahwa pasar kerja Jepang semakin membutuhkan tenaga kerja terampil dengan skema berkelanjutan.

Pilot Project Hubungan Diplomatik

Kerja sama ini diproyeksikan menjadi pilot project (proyek percontohan) pertama antara Pemerintah Indonesia dengan Provinsi-provinsi lain di Jepang.

Menteri Mukhtarudin pun berharap kesepakatan ini segera dituangkan dalam Plan of Action yang berisi program prioritas secara terukur.

Gubernur Ikeda menyampaikan apresiasi atas kontribusi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Ikeda menyebut jumlah warga Indonesia di Prefektur Kagawa kini mencapai sekitar 4.000 orang. Sebagian besar terserap di sektor manufaktur dan industri strategis lainnya.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras mereka. Saya berharap melalui kerja sama ini, jumlah penerima kerja dari Indonesia yang datang ke Kagawa akan semakin bertambah di masa depan,” ujar Ikeda.

Transisi Sistem Baru di Tahun 2027

Salah satu isu penting yang dibahas adalah kesiapan Jepang menghadapi perubahan sistem ketenagakerjaan asing. Mulai April 2027, sistem pemagangan teknis (Gino Jisshu) akan digantikan sistem baru bernama Ikusei Shuro (Pelatihan Kerja).

Sistem Ikusei Shuro nantinya akan terhubung langsung dengan sistem Tokutei Gino (Pekerja Keterampilan Spesifik). Integrasi ini diharapkan membuka jalur yang lebih luas bagi Pekerja Migran Indonesia masuk ke Jepang melalui skema yang lebih tertata.

Komitmen Pelindungan dan Pelatihan

Untuk mendukung transisi tersebut, Prefektur Kagawa berkomitmen menyediakan lingkungan kerja man menciptakan iklim kerja yang nyaman dan menjamin keamanan bagi para pekerja migran Indonesia.

Selain itu, dukungan pendidikan bahasa juga menjadi prioritas guna meningkatkan kemampuan bahasa Jepang bagi pekerja Migran Indonesia.

Pola kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Prefektur Kagawa kini disiapkan sebagai model percontohan bagi prefektur lain di Jepang dalam penerimaan serta pelindungan tenaga kerja asing.

Diplomasi “Sate dan Yakitori”

Menutup sambutannya, Gubernur Ikeda menyampaikan pesan persahabatan melalui pendekatan kuliner. Ia menyoroti kemiripan antara Yakitori khas Kagawa dan kuliner Indonesia, Sate.

“Kami merasa adanya kesamaan menu ini seolah menjadi simbol ‘jodoh’ yang dipertemukan. Ini menandakan bahwa hubungan persahabatan antara Indonesia dan Prefektur Kagawa akan semakin erat,” pungkas Mr Ikeda Toyohito yang menjabat sebagai Gubernur Prefektur Kagawa sejak 2022 ini.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi KP2MI dan pemerintah daerah Jepang, sekaligus membuka peluang karier lebih luas bagi SDM unggul Indonesia di pasar global.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x