Aksi Alwi Farhan di Australia Open 2025. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Alwi Farhan berhasil menembus partai final Daihatsu Indonesia Masters 2026. Ia melaju ke laga puncak setelah mengalahkan Chi Yu Jen asal Chinese Taipei.
Pada pertandingan semifinal, Alwi menang dua gim langsung. Ia mengunci kemenangan dengan skor 21-11, 21-12.
Kemenangan tersebut menjadi final turnamen level Super 500 pertama dalam karier Alwi. Ia memastikan tiket final tanpa kehilangan satu gim pun.
Usai laga, Alwi mengungkapkan makna kemenangan tersebut bagi dirinya. Ia menilai hasil ini sebagai pembuktian personal.
“Saya membuktikan kepada diri saya kalau sebenarnya saya masih mampu,” kata Alwi. Ia menegaskan ambisinya masih sangat besar meski kondisi fisik belum sepenuhnya ideal.
Pertandingan semifinal tersebut berlangsung relatif singkat. Laga hanya berjalan selama 30 menit.
Alwi mampu menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Sementara itu, Chi Yu Jen tampil kurang maksimal meski sebelumnya menyingkirkan Anders Antonsen dari Denmark.
Alwi menilai tekanan penonton turut memengaruhi permainan lawannya. Ia menyebut atmosfer Istora membuat Chi tidak leluasa mengembangkan permainan.
“Mungkin bisa dibilang saya mainnya lumayan lah,” ujar Alwi. Ia menilai lawan terlihat gugup sepanjang pertandingan.
Di partai final, Alwi akan menghadapi wakil Thailand Panitchaphon Teeraratchakul. Rekor pertemuan sementara kedua pemain masih imbang 1-1.
Alwi menyadari laga final akan menjadi tantangan berat. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik dan mental.
“Yang pasti badan saya, mental saya, pikiran saya harus saya kondisikan lagi,” kata Alwi. Ia menyebut akan berusaha tampil semaksimal mungkin.
Alwi tampil dengan dukungan penuh penonton Istora. Ia menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang hadir langsung di arena.
“Terima kasih buat masyarakat yang tadi sudah datang,” ujar Alwi. Ia mengaku selalu merinding mendengar dukungan penonton yang memanggil namanya.
Alwi mengenang perjalanannya sejak masih menjadi penonton di Istora. Ia menyebut tidak pernah membayangkan bisa tampil di final delapan tahun kemudian.
Indonesia masih berpeluang menambah wakil di final turnamen tersebut. Kesempatan itu datang dari sektor ganda campuran dan ganda putri yang masih bertanding.
Satu tiket final juga telah dipastikan dari sektor ganda putra. Tiket tersebut diperebutkan lewat pertemuan dua pasangan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.