x

Cegah Sampah Masuk Sungai, DLH Perkuat Saringan Sampah TB Simatupang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 15:15 23 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus memperkuat langkah pengurangan risiko banjir melalui penanganan sampah di badan air secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran sungai di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu dan memicu penyumbatan sungai maupun saluran air. Karena itu, SSTBS diperkuat perannya sebagai garda terdepan untuk menahan sampah agar tidak memperparah kondisi banjir di Jakarta.

“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan berbagai jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” ujar Asep di Jakarta, Jumat (23/1).

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan sampah badan air sejak titik perbatasan kota. Dengan sistem tersebut, penanganan sampah pada musim hujan bisa dilakukan lebih cepat, efektif, serta berkelanjutan.

Selain mengoperasikan SSTBS, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. Upaya ini turut diperkuat dengan optimalisasi 29 unit saringan sampah otomatis serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel.

“Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami juga menyiagakan 1.790 personel Pasukan Orange DLH yang didukung sarana dan prasarana berupa 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portabel, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik sampah,” jelas Asep.

DLH DKI Jakarta menegaskan komitmennya melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat juga memegang peranan penting dalam menekan risiko banjir.

“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” tutur Asep.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
7 hours ago
11 hours ago
11 hours ago

LAINNYA
x
x