x

Soroti Ancaman Karhutla terhadap Satwa Endemik Kalimantan, DPR Minta Ada Protokol Darurat

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Sep 2026 13:35 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan satwa dalam penanganan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan dan sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

Menurutnya karhutla tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan, namun juga mengancam keberlangsungan hidup flora dan fauna endemik yang selama ini menjadikan kawasan hutan sebagai habitatnya.

Terlebih kata Rajiv, Kalimantan merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai satwa dan tumbuhan langka hidup di kawasan tersebut, mulai dari orang utan, bekantan, burung rangkong, pohon ulin, hingga beragam jenis anggrek.

“Karhutla tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga sumber makanan, air, dan habitat satwa. Kekayaan genetik Indonesia pun berpotensi ikut musnah,” kata Rajiv, dalam keterangan yang diterima, Kamis (3/9/2026).

Rajiv mengatakan, satwa yang berhasil lolos dari kebakaran belum tentu terbebas dari ancaman. Kehilangan habitat dan sumber makanan dapat memaksa satwa keluar dari kawasan hutan dan mendekati wilayah aktivitas manusia.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu konflik antara manusia dan satwa liar, terutama ketika hewan-hewan tersebut masuk ke kawasan perkebunan, hutan sekunder, hingga permukiman warga.

Karena itu, Rajiv mendorong pemerintah agar tidak hanya mengandalkan langkah pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Ia meminta penanganan karhutla diarahkan pada upaya pencegahan permanen berbasis risiko.

Langkah tersebut, kata dia, harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemegang konsesi, masyarakat adat, hingga warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Situasi ini harus dilihat sebagai krisis ekologis, bukan sekadar persoalan pemadaman api. Setiap titik panas harus segera diverifikasi, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” tegas legislator NasDem itu.

Rajiv juga meminta Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan protokol tanggap darurat khusus untuk penyelamatan satwa terdampak karhutla.

Menurutnya, protokol tersebut perlu mencakup pemetaan habitat dan koridor satwa, pembentukan tim penyelamatan dan layanan kesehatan satwa, penyediaan habitat sementara, hingga pemantauan terhadap kondisi satwa setelah kebakaran.

Selain itu, Rajiv menilai perlindungan terhadap habitat penting di luar kawasan konservasi juga harus diperkuat. Upaya itu dapat dilakukan melalui pembangunan koridor ekologis, penyediaan areal preservasi, serta kerja sama dengan pemegang konsesi dan masyarakat sekitar.

“Perlindungan satwa harus menjadi bagian integral dari penanganan karhutla. Jangan sampai kita hanya menyelamatkan hutan dari api, tetapi kehilangan kekayaan hayati yang ada di dalamnya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor