x

Polisi Ungkap Kronologis Bentrokan Antar 2 Kelompok di Matraman

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 12:36 38 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7/2026). Peristiwa itu menewaskan seorang pemuda berinisial K (23), sementara korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyidik terus mendalami rangkaian kejadian yang memicu bentrokan antar kelompok tersebut. Polisi juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai penyebab keributan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bentrokan bukan dipicu persoalan tidak membayar nasi uduk. Menurutnya, keributan bermula dari aksi dua pengendara motor yang membuat kebisingan di sekitar lapak pedagang.

“Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan,” ujar Reynold.

Berdasarkan penyelidikan sementara, dua pemuda itu melintas sambil menggeber mesin sepeda motor. Suara bising tersebut mengganggu pedagang dan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.

Sejumlah warga kemudian menegur kedua pemuda tersebut. Namun, teguran itu tidak diterima sehingga keduanya diduga kembali bersama sekitar lima rekannya.

Setibanya di lokasi, kelompok tersebut diduga membuat keributan dan merusak sejumlah lapak UMKM. Polisi juga mencatat adanya warga yang menjadi korban pemukulan.

“Ditegur tidak terima, dan 2 orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah 5 orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul,” ujarnya.

Keributan kemudian meluas hingga kawasan Jalan Tambak, Menteng. Warga yang merasa lingkungannya diserang melakukan perlawanan sehingga bentrokan tidak dapat dihindari.

Aksi saling lempar batu terjadi antara kedua kelompok sebelum polisi datang mengendalikan situasi. Aparat juga mengevakuasi dua korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Korban berinisial K dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, korban lainnya berinisial DS masih menjalani perawatan medis.

“Warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS,” tutur Reynold.

Selain mengusut dugaan penganiayaan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya pengaruh minuman beralkohol dalam insiden tersebut.

Hingga kini, tiga orang telah diamankan dan 15 orang diperiksa untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan yang menewaskan satu orang itu.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor