Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang. Foto: ANTARA TODAYNEWS.ID – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan bahwa aparat kepolisian di wilayah terdampak gempa Flores rutin berpatroli di rumah-rumah warga untuk mencegah penjarahan dan pencurian pascabencana.
“Di tengah banyaknya warga yang mengungsi Polda NTT juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman yang ditinggalkan,” katanya di Kupang, Senin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah bencana gempa bumi yang melanda sejumlah kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Rudi mengatakan seluruh jajaran Polres telah diperintahkan meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan penghuninya. Pengamanan dilakukan untuk memastikan rumah dan aset milik warga tetap terlindungi selama masa tanggap darurat.
“Kita tidak ingin ada yang memanfaatkan bencana seperti ini dengan melakukan hal-hal yang justru merugikan korban gempa,” tambah dia.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan yang dapat merugikan korban.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 7.670 orang. Para pengungsi tersebar di 38 lokasi yang berada di tujuh kabupaten di Pulau Flores.
Menurut Rudi, Polda NTT memberikan perhatian khusus kepada warga yang mengungsi secara mandiri dan masih menempati lokasi dengan fasilitas terbatas. Distribusi makanan, air bersih, serta obat-obatan menjadi kebutuhan yang diprioritaskan.
“Mabes Polri juga menyiapkan tenda, selimut dan kasur untuk membantu pengungsi mandiri yang belum memiliki tempat perlindungan yang layak,” tambah dia.
Adapun penentuan lokasi pengungsian sementara maupun tempat yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang akan dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah.