x

Perkuat Ketahanan Pangan, Jakarta Gandeng Pariaman Jaga Stabilitas Harga Beras

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 15:02 28 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kerja ke RMU (Rice Milling Unit/mesin penggilingan padi) di Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (13/4). Dalam kesempatan tersebut, Wagub Rano juga menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) dan Pemerintah Kota Pariaman.

Dalam kunjungan itu, Wagub Rano menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata sinergi dan semangat gotong royong antardaerah dalam mengelola potensi sumber daya alam secara lebih cermat dan produktif. Upaya ini dinilai penting, khususnya untuk memperkuat swasembada serta ketahanan pangan.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hadir langsung di Pariaman. Salah satunya untuk menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama antara Food Station Jakarta dan pengelola rice milling di sini. Jakarta tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal. Karena itu, Food Station menjalankan contract farming dengan sejumlah daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan Jakarta yang sangat besar potensinya,” ujarnya.

Selain fokus pada sektor beras, Wagub Rano juga mengusulkan pengembangan budidaya ikan kembung kepada Pemerintah Kota Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Usulan ini sejalan dengan rencana revitalisasi kawasan pesisir yang tengah digagas.

“Singkatnya, Jakarta sangat memerlukan dukungan dari berbagai daerah untuk kerja sama. Harapan kami, kolaborasi ini bisa terus berkembang di berbagai sektor. Jakarta membutuhkan suplai ikan kembung dari sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Barat dan Pariaman,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menilai kerja sama antara FSTJ dan Pemerintah Kota Pariaman menjadi bagian dari agenda besar nasional dalam memperkuat ketahanan pangan serta sektor pertanian secara menyeluruh.

“Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, penguatan terus dilakukan, mulai dari pengelolaan cadangan beras, stabilitas harga, hingga distribusi pangan yang lebih merata. Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan dan keberlanjutan,” urainya.

Di sisi lain, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penataan kawasan pesisir, pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM, serta pelestarian seni budaya dan pertanian. Menurutnya, Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat menjadi rujukan bagi daerah.

“Bagi kami, kerja sama dengan DKI Jakarta bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk belajar dari yang terbaik. Kami percaya kemajuan daerah tidak bisa dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi,” tuturnya.

Melalui nota kesepahaman ini, pasokan beras untuk Jakarta diharapkan semakin terjamin sekaligus mampu menjaga stabilitas harga melalui penguatan sisi pasokan. Selain itu, kerja sama ini juga berpotensi memperlancar rantai distribusi agar lebih efisien dan transparan, sekaligus menekan risiko fluktuasi pasokan dan harga.

Di sisi lain, kolaborasi ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kota Pariaman. Dengan demikian, manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan oleh Jakarta sebagai konsumen, tetapi juga oleh daerah sebagai produsen.

Kunjungan kerja dan penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Biro Kerja Sama Daerah (KSD) DKI Jakarta, Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Experience Board (JXB), Gapoktan Sepakat, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Barat dan Kota Pariaman.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x