TODAYNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu komitmen tersebut ditandai dengan hampir rampungnya proyek SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sekolah berbasis sains dan teknologi ini ditargetkan siap menampung angkatan pertamanya pada pertengahan Juli 2026.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai 87,58 persen, sementara target keseluruhan fisik proyek dapat dirampungkan pada bulan Juli ini.
“Gedung sekolah menjadi fokus utama penyelesaian karena akan menjadi fasilitas pertama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran,” kata Brian, mengutip dari keterangannya, pada Sabtu (4/7/2026).
“Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen, dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026 sehingga ruang-ruang kelas dapat segera dimanfaatkan,” tambah Brian.
Untuk itu, Pemerintah melalui Kemendiktisaintek terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal sehingga fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas krusial seperti asrama, rumah dinas tenaga pendidik, dan kantin juga dikebut bersamaan.
Sebanyak 307 siswa terpilih dari seluruh Indonesia dijadwalkan tiba di lokasi pada 16–19 Juli 2026. Kegiatan belajar mengajar (KBM) sendiri akan resmi berjalan mulai tanggal 20 Juli 2026.
Sekolah di Konawe Selatan ini merupakan satu dari empat Sekolah Garuda Baru yang dibangun di bawah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Tiga sekolah lainnya berlokasi di Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Pemerintah berharap model pendidikan berasrama (boarding school) berstandar global ini mampu melahirkan lulusan berkompetensi tinggi yang siap bersaing di kancah internasional.