Caption : Kevin Diks absen sampai akhir musim Liga Denmark 2024/2025 disebabkan cedera. Foto : Instagram/kevindiks2 TODAYNEWS.ID — Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, memberikan pujian kepada pelatih John Herdman atas pendekatan taktis yang diterapkan. Ia bahkan menegaskan kesiapan untuk bermain di posisi apa pun sesuai kebutuhan tim.
Herdman baru saja menjalani debut bersama Timnas Indonesia saat menghadapi Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia meraih kemenangan telak 4-0.
Kevin Diks tampil sebagai starter dalam laga itu. Ia dimainkan sebagai winger kanan dalam skema yang diterapkan pelatih.
Strategi yang dibangun Herdman berjalan efektif sepanjang pertandingan. Timnas Indonesia mampu mengontrol permainan dan mencetak empat gol.
Dua gol dicetak oleh Beckham Putra Nugraha, sementara dua gol lainnya disumbangkan oleh Ole Romeny dan Mauro Nils Zijlstra.
Kemenangan tersebut menjadi debut yang impresif bagi Herdman. Ia juga terlihat aktif memberikan instruksi sepanjang pertandingan dari pinggir lapangan.
Kevin Diks mengungkapkan kesannya terhadap pelatih setelah menjalani masa persiapan hingga pertandingan pertama. Ia menilai Herdman sebagai sosok yang sangat detail.
“Saya pikir John sangat detail dan sangat kuat secara taktis. Saya pikir dia mengharapkan banyak dari kami, tetapi dia tahu apa yang dia harapkan dari beberapa pemain dan itu sangat penting,” ujar Kevin Diks di Stadion Madya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, tim mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik. Hal itu membuat permainan terlihat solid di lapangan.
“Saya pikir kami sangat solid dalam hal apa yang dia minta dari kami, dan dia menempatkan semua orang pada kekuatan masing-masing, dan itu penting,” tegasnya. Ia menilai pendekatan ini membantu memaksimalkan potensi pemain.
Sebagai pemain yang fleksibel, Kevin Diks mengaku siap dimainkan di berbagai posisi. Ia tidak mempermasalahkan peran yang diberikan pelatih.
“Saya pemain yang sangat dinamis dan saya hanya melakukan apa yang pelatih harapkan dari saya, apakah itu di belakang, di tengah, di sayap, tidak masalah,” tegas Kevin Diks. Ia menekankan komitmen untuk tim.
“Saya hanya melakukan yang terbaik untuk tim dan untuk negara, dan itulah yang saya lakukan secara pribadi. Saya pikir apa perbedaannya, tentu saja setiap pelatih itu berbeda,” lanjutnya. Ia menegaskan kesiapan beradaptasi dengan setiap gaya kepelatihan.