x

Keteladanan dalam Sosialisasi Ideologi: Belajar dari Insiden Cerdas Cermat MPR

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 22:30 31 Dhanis Iswara

Oleh: Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur

Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Gara-gara juri tak mendengar dengan baik, tercoreng lah proses pembelajaran ideologi bangsa.

Bertahun-tahun menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI disertai diskusi dengan peserta, khususnya generasi muda, saya semakin yakin urgensi materi itu meski sebagian orang menyangkanya hanya basa-basi.

Kita bernegara ini bukan seperti kerumunan tanpa kejelasan arah. Negara kita punya ideologi untuk mempertahankan eksistensinya di tengah peradaban dunia.

Tapi supaya generasi baru mau diajak bicara soal ideologi, tentu harus diberi bukti bahwa negara ini berpihak kepada mereka. Dan mereka pun senantiasa menagih apa dampak Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan keberadaan NKRI terhadap kesejahteraan masyarakat.

Mereka juga bertanya apa perwujudan Pancasila itu pada perilaku pejabat negara. Kalau Anda anggota DPR yang sedang memberikan sosialisasi 4 pilar, bagaimana Anda menjawabnya?

Jangan disangka mereka sedang memberontak, justru itulah kekritisan rakyat yang perlu dihargai seperti kritisnya siswa SMAN 1 Pontianak kepada juri.

Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, masyarakat sangat rentan terhadap polarisasi, hoaks, dan politik identitas. Empat Pilar berfungsi sebagai common denominator (titik temu) yang mengingatkan kembali tentang konsensus dasar bernegara.

Penanaman nilai-nilai ini ke akar rumput sangat penting untuk menjaga agar perbedaan pandangan politik atau latar belakang tidak berujung pada perpecahan sosial di masyarakat.

Lalu salah satu sarana untuk mensosialisasikannya adalah melalui lomba seperti cerdas cermat di tingkat sekolah. Para siswa itu diajak menghafal dan memahami beberapa hal mengenai ideologi dan tata negara dengan iming-iming prestasi dan prestise.

Sebagai salah satu ikhtiar, ini hal yang oke-oke saja. Sampai kemudian sebuah peristiwa yang terjadi pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu, 9 Mei 2026 kemarin membuat kita belajar bahwa keteladanan adalah media penyampaian yang paling efektif untuk membuat masyarakat menghargai dan mau belajar segala hal tentang bangsa ini.

Sekali ada hal yang kurang berkenan dari personil yang membawa misi penyampaian Pancasila atau empat pilar, mereka sontak skeptis.

Kejadian kemarin sebentar lagi akan dilupakan oleh masyarakat kita. Kesalahan juri tak akan diingat lagi. Tapi benang merah tetap berlaku bahwa mereka menunggu personifikasi yang utuh terhadap ideologi negara. Mereka tidak ingin lagi cuma mendengar atau membaca, mereka ingin melihat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
18 hours ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x