x

Keluarga Sebut Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif Usai Kecelakaan di Gunung Bulusaraung

waktu baca 4 menit
Senin, 19 Jan 2026 15:05 49 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pihak keluarga mengungkapkan smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan masih aktif setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Perangkat tersebut disebut mendeteksi adanya pergerakan langkah kaki yang diduga berasal dari Farhan.

Informasi itu disampaikan Pitri Keandedes Hasibuan usai menerima kabar dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, yang merupakan pacar Farhan. Pitri menyebutkan ponsel Farhan telah ditemukan di lokasi dan diserahkan tim SAR kepada keluarga sejak Sabtu (17/1/2026).

Pitri mengatakan smartwatch Farhan masih terhubung dengan ponsel korban. Dari perangkat tersebut, terpantau adanya aktivitas pergerakan.

“Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri. Ia berharap perangkat tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pencarian.

Menurut Pitri, indikasi smartwatch masih aktif diketahui setelah dilakukan pengecekan melalui ponsel Farhan. Ia menilai kondisi tersebut membuka peluang pelacakan posisi.

“Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya,” tambah Pitri. Ia menyampaikan harapan agar temuan itu menjadi acuan tim pencari.

Pitri mengaku informasi tersebut ia peroleh dari adiknya yang berada langsung di kawasan Bulusaraung. Dian disebut memantau proses pencarian di lokasi.

“(Informasi smartwatch Farhan aktif) Dari adik saya (Dian), kan adik saya di lokasi sana. Iya lagi di sana, naik ke atas gunung,” ungkap Pitri. Ia menjelaskan adiknya berangkat ke Makassar setelah mendapat kabar kecelakaan pesawat.

Pitri juga merekam video untuk menyampaikan informasi ini kepada media. Hal itu dilakukan karena kondisi adiknya yang masih syok.

“Maksud saya memberikan video ini adalah adik saya tidak mampu untuk diwawancarai ke media karena dia lagi syok dan sekarang lagi berjuang nyari Farhan,” kata Pitri dalam rekaman video. Ia menyebut hubungan Farhan dan Dian telah terjalin selama lima tahun.

Dalam pernyataannya, Pitri meminta agar pencarian Farhan dilakukan secara intensif. Permintaan tersebut disampaikan melalui media.

“Jadi saya minta tolong ke media bahwa pesawat jatuh tanggal 17 terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan, ada dapat HP-nya dapat di hutan terus HP-nya sekarang udah dipegang sama adik saya,” tuturnya. Ia menegaskan ponsel tersebut masih aktif.

Pitri mengatakan ponsel Farhan masih terhubung dengan smartwatch korban. Dari pengecekan tersebut, terpantau adanya pergerakan langkah kaki.

“HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya terus dicek smartwatch nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10 sampe malam juga ada,” sambung Pitri. Ia menyebut jumlah langkah terus bertambah.

Pergerakan tersebut, menurut Pitri, masih terdeteksi hingga hari ketiga. Ia pun menyampaikan permohonan bantuan melalui video.

“Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak,” katanya. Ia berharap pencarian diperkuat.

Pitri juga meminta agar pemerintah mengerahkan helikopter ke lokasi. Ia berharap data dari smartwatch dapat ditelusuri lebih lanjut.

“Saya mohon sekali, Pak, tolong selamatkan Farhan, karena dia sudah memberikan tanda-tanda pak hp nya masih terhubung dengan ada pergerakan langkah kakinya pak sekian dari saya,” imbuh Pitri. Permohonan itu disampaikan dalam video yang beredar.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep. Tim SAR sebelumnya menemukan satu korban laki-laki dalam kondisi meninggal di tebing berjarak sekitar 200 meter dari puncak gunung pada Minggu (18/1/2026).

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menyatakan tim SAR masih melakukan evakuasi di lokasi. Ia berharap kondisi cuaca mendukung proses tersebut.

“Saat ini teman-teman 34 orang tim SAR gabungan ini sudah ke lokasi. Memang ada butuh waktu lama untuk bisa sampai ke tempat lokasi tersebut,” kata Andi Sultan, Senin (19/1/2026). Ia menyebut seluruh personel telah dibekali peralatan untuk menghadapi cuaca di lapangan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
8 hours ago
20 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x