IMG_7889TODAYNEWS.ID — Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, resmi diperkenalkan kepada publik pada Selasa (13/1/2026) pagi WIB. Momen tersebut menjadi konferensi pers perdana Herdman sebagai juru taktik skuad Garuda.
Dalam kesempatan itu, Herdman menanggapi ekspektasi tinggi yang melekat pada Timnas Indonesia. Ia menilai tekanan besar dari publik justru merupakan sebuah keistimewaan bagi seorang pelatih.
“Tekanan itu merupakan privilese, Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, Anda menanggung beban sebuah negara,” kata John Herdman. Menurutnya, tekanan tersebut bisa menjadi bencana atau justru anugerah.
Herdman menegaskan dirinya memilih menjadikan tekanan sebagai hal positif. Ia ingin mengubah ekspektasi besar publik menjadi energi yang menguatkan tim.
“Tentunya kami akan mengubahnya menjadi sebuah anugerah,” ujarnya. Herdman menyebut situasi ini sebagai kesempatan besar bagi semua pihak.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menekankan pentingnya keterlibatan suporter. Ia berjanji akan menjadikan dukungan fans sebagai sumber motivasi tim.
“Saya akan mengatakan ke pemain, tekanan ini adalah berkah dan kami akan mendengarkan para fans,” ucap Herdman. Ia menambahkan energi suporter akan dimanfaatkan untuk mendorong performa tim.
Lebih lanjut, Herdman mengingatkan bahwa target besar seperti lolos ke Piala Dunia tidak bisa dicapai secara instan. Ia meminta publik memahami proses panjang yang harus dilalui.
“Lolos ke Piala Dunia tidak bisa terjadi dalam semalam,” papar Herdman. Ia mencontohkan pengalaman Kanada yang membutuhkan waktu puluhan tahun.
“Butuh 36 tahun untuk Kanada merealisasikannya,” kata Herdman. Ia merupakan pelatih yang membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Meski demikian, Herdman menilai Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Ia menyebut langkah besar telah diambil dalam perjalanan menuju target tersebut.
“Indonesia sudah membuat langkah besar, sangat besar,” ujarnya. Menurut Herdman, tantangan selanjutnya adalah melanjutkan progres tersebut.
Ia menegaskan tekanan publik justru akan menjadi pemacu bagi tim. Herdman optimistis tekanan bisa mendorong Timnas Indonesia melangkah lebih jauh.
Selain menangani tim senior, Herdman juga dipercaya memimpin Timnas Indonesia U-23. Mandat ganda itu menjadi bagian dari kontraknya bersama PSSI.
Herdman akan menangani Timnas Indonesia dan U-23 dalam durasi dua tahun. PSSI juga menyertakan opsi perpanjangan kontrak selama dua tahun berikutnya.
Tahun 2026 menjadi periode penting bagi Herdman bersama skuad Garuda. Ia dijadwalkan menjalani debut pada ajang FIFA Series Maret 2026.
Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah itu, Herdman akan memimpin Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 pada Juli serta agenda FIFA Match Day periode September hingga November.