x

Indahnya Toleransi di Idul Adha, Menag Ungkap Tak Semua Hewan Kurban di Istiqlal Berasal dari Umat Islam

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 14:00 46 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa tidak semua hewan yang dititipkan di Masjid Istiqlal pada momentum Idul Adha 1447 H berasal dari umat Islam.

Hal itu disampaikan Nasaruddin usai memberikan keterangan pers selepas Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menag lalu membaginya dalam tiga kategori, hewan kurban, dam, serta bantuan sosial (Bansos). Ia menjelaskan bahwa esensi dari Iduladha tidak sekadar menjalankan ritual ibadah, melainkan momentum saling berbagi.

“Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan salah satunya di Masjid Istiqlal ini,” ujar Nasaruddin.

Untuk itu, Menag berharap seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang membutuhkan, dapat merasakan kebahagiaan dan pemenuhan nutrisi, khususnya melalui distribusi daging kurban.

Lebih lanjut, Menag mengungkapkan bahwa semangat berbagi tidak hanya datang dari umat muslim, tetapi juga masyarakat non-muslim.

Dari puluhan hewan yang diterima Istiqlal, sebagian di antaranya merupakan sumbangan dari masyarakat umum dan institusi keagamaan lain, termasuk Gereja Katedral Jakarta.

“Banyak sekali teman-teman kita yang non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan hampir separuh dari total hewan yang ada, berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini,” ungkap Menag.

Menurutnya, secara hukum Islam, ibadah kurban memang diwajibkan bagi muslim yang mampu. Namun, fakta bahwa saudara-saudara non-muslim ikut serta menunjukkan tingginya kesadaran sosial untuk membantu sesama di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap daging kurban.

Guna mengakomodasi berbagai jenis penyerahan tersebut, Menag menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan tiga skema pengelolaan.

Skema pertama adalah pengelolaan hewan kurban konvensional yang secara syariat memang diniatkan sebagai kurban wajib maupun sunah bagi umat Islam.

Selanjutnya, terdapat skema penitipan dam yang mengakomodasi para jemaah haji di Arab Saudi untuk menyalurkan denda atau penebusan mereka di Indonesia, sebuah langkah yang dinilai lebih berdampak nyata bagi masyarakat di tanah air.

Sementara itu, skema ketiga bergerak di jalur bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) guna menampung kontribusi dari perusahaan maupun individu non-muslim dalam bentuk sedekah sosial untuk memperkuat ketersediaan kuota daging.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x
domain