x

BIG Ungkap 81,55 Persen Wilayah Terdampak Galodo Arosuka Masuk Zona Lahar Tinggi

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Jumat, 2 Okt 2026 08:00 73

TODAYNEWS.ID — Badan Informasi Geospasial (BIG) mengungkap hasil pemetaan pascabencana banjir bandang yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 21 September 2026. Analisis menunjukkan 81,55 persen wilayah terdampak berada di zona potensi banjir lahar kategori tinggi Gunung Talang.

Bencana tersebut dalam analisis spasial dikategorikan sebagai galodo. Istilah lokal masyarakat Minangkabau itu merujuk pada banjir bandang bercampur debris yang membawa lumpur, pasir, batuan besar, hingga pepohonan dari kawasan hulu.

Direktur Pemetaan Tematik BIG Gatot Haryo Pramono mengatakan pemetaan diperlukan untuk melihat bencana secara menyeluruh. Analisis mencakup kondisi kawasan hulu, jalur aliran, karakter medan, hingga lokasi yang menjadi tempat penumpukan material.

“Data geospasial membantu kita memahami bagaimana material bergerak dari hulu menuju kawasan yang lebih rendah dan mengidentifikasi ruang yang memiliki keterpaparan tinggi,” kata Gatot, Kamis (1/10/2026).

BIG menggunakan foto udara beresolusi tinggi dalam melakukan analisis tersebut. Data itu diperoleh dari akuisisi Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI).

Analisis juga memanfaatkan Digital Elevation Model (DEM) dan Informasi Geospasial Tematik lintas sektor. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk melihat luasan wilayah terdampak, sebaran bangunan, bentuk medan, serta hubungan lokasi bencana dengan kawasan rawan lahar Gunung Talang.

BIG mendelineasi wilayah terdampak galodo seluas 351.078,73 meter persegi atau sekitar 35,11 hektare. Koridor aliran debris membentang sepanjang 2,17 kilometer dengan perbedaan ketinggian mencapai 434,09 meter.

Aliran material bergerak dari kawasan hulu dengan ketinggian sekitar 1.338,50 meter di atas permukaan laut menuju dataran Arosuka pada ketinggian 904,42 meter. Perbedaan elevasi tersebut menunjukkan jalur material dari kawasan tinggi menuju wilayah yang lebih rendah.

Dampak bencana juga terlihat pada kawasan permukiman dan bangunan. BIG mengidentifikasi 378 bangunan yang terdampak langsung dengan total luas tapak mencapai 42.171,92 meter persegi.

Kerusakan paling parah terkonsentrasi di sekitar jalur aliran debris. Material berukuran besar menghantam bangunan, sementara endapan lumpur dan pasir menutup sejumlah kawasan permukiman.

Masuk Zona Potensi Lahar Tinggi

Hasil overlay wilayah terdampak dengan peta kawasan rawan bencana Gunung Talang menjadi salah satu temuan penting BIG. Sebanyak 81,55 persen atau sekitar 28,63 hektare wilayah terdampak berada di zona potensi banjir lahar kategori tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara koridor galodo Arosuka dan jalur aliran material vulkanik yang terbentuk secara geomorfologis. Ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu, material vulkanik yang tersimpan di lereng dapat terbawa aliran menuju wilayah yang lebih rendah.

Kerentanan kawasan juga dipengaruhi kondisi geologi. Sekitar 74,29 persen wilayah terdampak berada pada formasi kipas aluvium, sedangkan 24,24 persen lainnya berada pada satuan batuan gunung api muda.

Kipas aluvium merupakan endapan material seperti pasir, kerikil, dan batu yang terbawa dari wilayah tinggi lalu menumpuk ketika aliran memasuki daerah lebih landai. Material yang relatif belum terkonsolidasi tersebut lebih mudah tererosi dan terbawa aliran berenergi tinggi.

Dari sisi geomorfologi, sekitar 80,67 persen wilayah terdampak merupakan dataran bergelombang. Area tersebut menjadi lokasi penumpukan material ketika aliran debris memasuki medan yang lebih landai.

Sementara itu, kawasan hulu memiliki lereng yang lebih curam. Bagian tersebut menjadi zona pelepasan sekaligus jalur transportasi material menuju Arosuka.

Seluruh wilayah terdampak seluas 35,11 hektare juga berada di zona dengan tingkat kerentanan gerakan tanah menengah berdasarkan data Badan Geologi. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena gerakan tanah masih dapat terjadi, terutama ketika hujan deras.

BIG Rekomendasikan Relokasi hingga Sabo Dam

Gatot mengatakan informasi geospasial tidak hanya diperlukan untuk mendokumentasikan kerusakan. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang perlu direlokasi, dilindungi, atau dipertahankan sebagai kawasan penyangga.

“Pascabencana, kita perlu memastikan bahwa keputusan pemulihan tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini,” ujar Gatot.

BIG kemudian merekomendasikan empat kelompok intervensi untuk penanganan kawasan terdampak. Langkah tersebut mencakup penguatan tanggap darurat, penataan dan relokasi permukiman, pembangunan infrastruktur pengendali sedimen, serta penguatan mitigasi nonstruktural.

Pada tahap tanggap darurat, pemantauan kondisi lereng dan alur Batang Lembang perlu diperkuat. Asesmen stabilitas longsoran juga diperlukan sebelum pengerahan alat berat.

BIG juga merekomendasikan penataan dan relokasi permukiman dari koridor yang memiliki ancaman tinggi. Infrastruktur pengendali sedimen seperti sabo dam, check dam, dan kantong sedimen juga dinilai diperlukan untuk mengurangi energi serta volume material yang bergerak menuju kawasan padat.

“Terakhir, perlu dilakukan penguatan mitigasi nonstruktural melalui sistem peringatan dini, integrasi informasi risiko ke dalam tata ruang, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat,” kata Gatot.

BIG turut merekomendasikan pemasangan sistem peringatan dini yang mengintegrasikan penakar hujan otomatis, sensor ketinggian air, dan sensor getaran lahar. Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat di wilayah hilir ketika ancaman di kawasan hulu meningkat.

Menurut BIG, pengalaman bencana Arosuka dapat menjadi dasar untuk menata kembali wilayah lain yang memiliki karakter ancaman serupa. Pemetaan pascabencana diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi kerusakan, tetapi menjadi dasar pemulihan sekaligus pengurangan risiko bencana di masa mendatang.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor