x

DPR Minta PLN Evaluasi Sistem Cadangan dan Keandalan Jaringan di Batam

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Okt 2026 18:04 32

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna menyoroti kesiapan sistem cadangan kelistrikan PT PLN Batam dan PT PLN (Persero) menyusul pemadaman listrik yang meluas di Batam dan wilayah sekitarnya.

Ia meminta PLN mengevaluasi kemampuan sistem cadangan dalam merespons gangguan, termasuk kapasitas daya yang tersedia, kecepatan pengaktifan, serta kesiapan jaringan untuk menyalurkan listrik ketika sistem utama bermasalah.

Menurut Ateng, keberadaan pembangkit cadangan tidak otomatis menjamin pasokan listrik tetap tersedia. Keandalan sistem juga bergantung pada jaringan transmisi dan distribusi serta komponen lain yang menopang penyaluran listrik.

“Kalau cadangan dinyatakan tersedia, perlu dijelaskan berapa kapasitas yang bisa digunakan, seberapa cepat dapat merespons, dan bagaimana pasokan disalurkan ketika sistem utama terganggu,” jelasnya.

Pemadaman yang dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB itu tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan kegiatan usaha, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah instalasi pengolahan air sehingga distribusi air bersih ikut terganggu.

Ateng menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan ketahanan kelistrikan sebagai bagian dari perlindungan pelayanan publik, terutama untuk layanan yang bergantung pada pasokan listrik secara berkelanjutan.

Ia mendorong PLN melakukan pengujian berkala terhadap kemampuan black start, yakni proses menghidupkan kembali pembangkit tanpa bergantung pada pasokan listrik dari jaringan yang sedang padam.

Selain itu, PLN diminta mengkaji pemanfaatan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) dan jaringan listrik lokal mandiri untuk mendukung operasional layanan vital ketika terjadi gangguan pada sistem utama.

Ateng menegaskan, penguatan ketahanan sistem tidak harus dilakukan dengan menggandakan seluruh pembangkit dan jaringan. Desain cadangan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko, karakteristik sistem, serta dampak yang mungkin ditimbulkan apabila terjadi pemadaman.

Karena itu, ia meminta PLN memastikan bahwa kapasitas cadangan benar-benar dapat digunakan saat dibutuhkan, bukan sekadar tersedia di atas kertas.

Koordinasi antara PLN (Persero), BP Batam, pemerintah daerah, dan pengelola layanan vital juga perlu diperkuat agar penanganan gangguan listrik tidak berujung pada terhambatnya layanan dasar masyarakat.

Di sisi lain, Ateng mengingatkan bahwa pertumbuhan industri dan ekonomi digital harus diimbangi dengan perencanaan kapasitas pembangkit serta jaringan yang memadai. Namun, sektor atau kegiatan tertentu tidak boleh langsung dianggap sebagai penyebab pemadaman sebelum investigasi teknis selesai.

Ia juga meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap gangguan yang terjadi, termasuk menelaah kejadian pemadaman berskala luas yang pernah berlangsung di Batam pada awal Januari 2023.

“Ukuran keberhasilannya bukan sekadar listrik kembali menyala, tetapi gangguan terkendali, pemulihan semakin baik, dan layanan vital tetap terlindungi. Warga Batam dapat memperoleh listrik yang andal dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
2 days ago
2 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor