x

DPR Dorong UMKM Perkuat Digitalisasi untuk Perluas Pasar

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 22:02 28

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mempercepat pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Menurut Hendry, digitalisasi tidak cukup hanya dengan memasarkan produk melalui platform daring. Pelaku UMKM juga perlu memperkuat inovasi, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan kapasitas usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

Ia mengatakan, peluang pengembangan UMKM melalui ekonomi digital masih terbuka lebar. Berdasarkan data Kementerian UMKM per 24 September 2026, sebanyak 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM. Namun, 56,2 persen UMKM disebut belum terintegrasi dengan ekonomi digital.

“Berdasarkan data dari Kementerian UMKM, sebanyak 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026. Sementara itu, 56,2 persen UMKM belum terintegrasi dengan ekonomi digital,” kata Hendry dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan perlunya perluasan pendampingan dan akses teknologi bagi pelaku UMKM. Dengan memanfaatkan kanal digital secara optimal, pelaku usaha diharapkan dapat menjangkau konsumen di luar daerah asal sekaligus meningkatkan peluang penjualan.

Politikus PKS itu juga menilai besarnya nilai ekonomi digital Indonesia dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Hendry pun mengutip data Google, Temasek, dan Bain yang mencatat nilai bruto ekonomi digital Indonesia atau gross merchandise value (GMV) mencapai 100 miliar dollar AS pada 2025.

Besarnya potensi pasar tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam menghadirkan produk berkualitas, membangun identitas merek, dan mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.

Selain pemanfaatan teknologi, Hendry menekankan pentingnya memperluas akses pasar melalui pameran, festival, promosi, dan pertemuan bisnis (business matching).

Berbagai kegiatan itu dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, distributor, mitra usaha, hingga perusahaan yang berpotensi menjadi pelanggan.

Ia menyebut kemitraan dengan badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, dan jaringan ritel modern juga perlu diperkuat. Salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan adalah Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM), yang mendukung keterhubungan pelaku usaha dengan ekosistem pengadaan dan bisnis.

Di sisi lain, peluang menembus pasar internasional juga perlu mendapat perhatian. Hendry menilai fasilitasi kurasi produk dan lokakarya mengenai regulasi negara tujuan ekspor dapat membantu pelaku usaha menengah mempersiapkan produknya agar memenuhi persyaratan pasar luar negeri.

“Tidak kalah penting, akses pasar internasional juga menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM. Fasilitasi kurasi produk dan lokakarya mengenai regulasi luar negeri menjadi sejumlah bentuk dukungan untuk membantu usaha menengah yang berorientasi ekspor,” ujarnya.

Hendry menambahkan, pengembangan UMKM harus didukung peningkatan kapasitas usaha, program inkubasi, penguatan potensi unggulan daerah, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, kata Hendry, pelaku usaha tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk berjualan, tetapi juga memiliki kesiapan produksi dan manajemen untuk memenuhi permintaan pasar.

Ia berharap, sinergi antara digitalisasi, inovasi produk, perluasan kemitraan, dan pendampingan dapat mendorong UMKM tumbuh lebih produktif dan kompetitif.

Penguatan ekosistem tersebut dinilai penting agar UMKM dapat memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
5 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor