Lima jurnalis dan 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Foto: Istimewa/Efek dibuat oleh Gemini AI TODAYNEWS.ID – Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) menyampaikan apresiasi sekaligus keprihatinan atas operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari keempat pencarian pada Jumat (11/9/2026), keberadaan kelima insan pers dan tiga kru kapal yang mendampingi masih belum ditemukan.
Ketua KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko, mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, TNI-Polri, dan instansi terkait di tengah tantangan cuaca Selat Sunda serta paparan abu vulkanik.
“Kami mengapresiasi pemerintah, Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, TNI-Polri, serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terus bekerja melakukan pencarian. Kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini sangat berarti bagi keluarga dan komunitas pers yang sedang menunggu kabar,” ujar Satryo, pada Jumat (11/9/2026).
Sebagai informasi, lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak diantaranya adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga anggota rombongan lainnya yakni Warta yang berperan sebagai kapten kapal, Sukarman atau Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang berperan sebagai pemandu atau guide.
Berdasarkan kronologi, kelima jurnalis dan tiga anggota rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak setelah bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah seorang jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir kepada rekan anggota PFI di Lampung. Posisi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Rombongan kemudian dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Satryo menyampaikan empati kepada keluarga, rekan kerja, dan sahabat para jurnalis yang hingga kini masih menunggu kepastian.
KPP DEM juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap menjalankan operasi pencarian di tengah tantangan kondisi Selat Sunda, paparan abu vulkanik, dan dinamika perairan.
KPP DEM berharap koordinasi pemerintah bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan terus berjalan optimal sehingga proses pencarian dapat segera memberikan hasil yang diharapkan.
Sekretaris Jenderal KPP DEM Nopri Agustian, menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat penting mengenai perlindungan dan keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas peliputan, terutama di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.
“Rekan-rekan jurnalis bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik dan tidak jarang berada di medan yang penuh risiko. Karena itu, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama, baik perusahaan media, organisasi profesi, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya,” kata Nopri.
KPP DEM juga mengajak seluruh masyarakat, insan pers, organisasi profesi, dan berbagai komunitas memberikan dukungan moral serta memanjatkan doa agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan rekan-rekan jurnalis yang masih dalam pencarian. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan di lapangan membawa kabar baik dan mereka dapat segera kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat,” ujar Nopri.
KPP DEM juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai perkembangan operasi pencarian. Informasi yang beredar diharapkan mengacu pada keterangan resmi pihak berwenang agar tidak menimbulkan kebingungan maupun menambah beban psikologis keluarga.
KPP DEM turut menyampaikan apresiasi kepada PFI Pusat, PFI Jakarta, dan PFI Tangerang yang terus melakukan koordinasi, memberikan dukungan kepada keluarga, serta memantau perkembangan proses pencarian.
Memasuki hari keempat, pencarian lima jurnalis tersebut masih menjadi perhatian besar komunitas pers. KPP DEM berharap seluruh upaya pemerintah dan Tim SAR Gabungan dapat segera menghasilkan kabar baik bagi keluarga yang menunggu.