Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau di wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9). (Sumber: BPBD Kabupaten Serang) TODAYNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak panik.
Pernyataan itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, dikutip Senin (7/8/2026).
“BNPB mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik untuk tetap tenang dan tidak panik,” katanya.
BNPB meningatkan kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap menggunakan masker dan pelindung mata.
“Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker dan pelindung mata, terutama ketika terjadi hujan abu atau konsentrasi abu meningkat,” jelasnya.
Di sisi lain, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila sebaran abu meningkat, menutup sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu.
“Serta membersihkan abu vulkanik dengan memperhatikan keselamatan,” katanya.
Selanjutnya, masyarakat tidak diperkenankan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG.
Nelayan, wisatawan dan pengguna kapal tradisional juga diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api yang masuk dalam radius bahaya.
Bagi masyarakat yang merasakan suara dentuman atau getaran, tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui BNPB, PVMBG/Badan Geologi, MAGMA Indonesia dan BPBD setempat.
BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk dampak sebaran abu vulkanik terhadap masyarakat, transportasi dan penerbangan, serta melakukan langkah kesiapsiagaan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.