x

Erupsi Anak Krakatau, Seluruh Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Dibatalkan

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Sep 2026 05:33 276

TODAYNEWS.ID — Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Pembatalan tersebut dilakukan karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Para penumpang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta hingga berita ini ditulis. Mereka kemudian mulai melakukan proses pengembalian dana dan mengambil kembali bagasi.

Cynthia Lova, jurnalis Kompas.com yang hendak menuju Manado, Sulawesi Utara, mengatakan pengumuman pembatalan disampaikan pihak bandara sejak dini hari. Ia menyebut aktivitas bandara sementara ditutup hingga pukul 05.30 WIB.

“Aktivitas bandara sementara ditutup sampai pukul 05.30 WIB sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” kata Cynthia. Ia menyebut pembaruan terakhir menyatakan seluruh penerbangan dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang harus menunggu di area bandara. Sebagian penumpang mulai mengurus refund dan mengambil kembali barang bawaan mereka.

Papan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta juga menunjukkan deretan penerbangan yang dibatalkan. Pembatalan tersebut mencakup penerbangan dari maupun menuju bandara.

Gunung Anak Krakatau kembali aktif meletus sejak 2 Juli 2026. Aktivitas erupsi kemudian meningkat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Peningkatan aktivitas tersebut juga disertai sebaran abu vulkanik dan suara dentuman. Abu vulkanik bahkan dilaporkan terasa hingga wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

Dampak erupsi kemudian menyebabkan abu vulkanik tersebar ke berbagai wilayah. Kondisi tersebut teridentifikasi berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9 pada Sabtu malam.

Berdasarkan analisis tersebut, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran tersebut teramati pada ketinggian yang berbeda dengan arah pergerakan yang berbeda pula.

Klaster pertama teramati dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki. Sebarannya bergerak ke arah barat daya-barat laut dan mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, serta wilayah perairan.

Sebaran tersebut juga mencakup Selat Sunda bagian selatan. Abu vulkanik turut teramati di Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Sementara itu, klaster kedua teramati dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki. Sebarannya bergerak ke arah tenggara-selatan dan mencakup sebagian Banten serta Jawa Barat dan perairan di sekitarnya.

Dampak sebaran abu vulkanik tersebut kemudian berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Seluruh penerbangan dari dan menuju bandara dibatalkan pada Minggu dini hari sambil menunggu perkembangan kondisi erupsi.

 

Pilkada & Pilpres

LAINNYA