Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro. Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, meminta Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dinilai penting agar kebijakan bank sentral dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Fauzi menekankan pentingnya penguatan koordinasi BI dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Bagaimana membangun sinergisitas dengan KSSK, apakah dengan LPS, apakah dengan OJK, apakah dengan Kemenkeu. Juga dengan lembaga industri keuangan lainnya, artinya dengan stakeholder yang berhubungan dengan pemda provinsi dan kabupaten-kota, dengan bank-bank Himbara, itu harus membangun sinergisitas,” kata Fauzi, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Menurut Fauzi, sinergi tersebut harus diarahkan untuk memastikan seluruh mandat BI berjalan secara optimal. Mulai dari menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, hingga kebijakan makroprudensial.
Dia mengatakan bahwa BI juga memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penciptaan lapangan pekerjaan.
“Fungsi dan tujuan Bank Indonesia itu adalah stabilitas moneter, kedua sistem pembayaran, makroprudensial, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dan juga yang terakhir adalah bagaimana membantu menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Fauzi turut mendorong penguatan sistem pembayaran agar semakin mudah diakses masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dia optimistis kepemimpinan baru BI dapat memperkuat kredibilitas bank sentral. Terlebih, Destri Damayanti memiliki pengalaman di bidang keuangan, sementara Aida S. Budiman telah puluhan tahun berkarier di Bank Indonesia.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi BI dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi Merah Putih ini harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pertumbuhan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
“Kami pengen fungsi daripada Bank Indonesia sesuai amanah Undang-Undang P2SK Nomor 4 Tahun 2026,” pungkas Fauzi.