x

Bawaslu Gandeng Mahasiswa untuk Kawal Demokrasi Jelang 2029

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 23:08 36 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Bawaslu RI Puadi, memperkenalkan konsep “DNA Mahasiswa Era Digital” sebagai kerangka peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Konsep tersebut disampaikan Puadi dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect: Generasi Digital, Demokrasi Transparan yang diselenggarakan di Universitas Jayabaya, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Melalui forum tersebut, Bawaslu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi aktor penting dalam penguatan demokrasi yang transparan, partisipatif, dan berintegritas.

Menurut Puadi, kampus memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat demokrasi Indonesia karena menjadi ruang tumbuhnya dialog, pertukaran gagasan, riset akademik, dan inovasi teknologi yang dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan kepemiluan.

“Kampus adalah solusi untuk memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Di dalam kampus tumbuh budaya dialog yang sehat, pertukaran gagasan yang kritis dan solutif, riset kepemiluan, serta inovasi teknologi yang dapat digunakan untuk memperkuat sistem demokrasi dan pengawasan pemilu,” ujar Puadi.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu RI itu menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia saat ini sedang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital.

Arus informasi yang bergerak sangat cepat menghadirkan peluang sekaligus tantangan, mulai dari meningkatnya partisipasi publik hingga maraknya hoaks, disinformasi, manipulasi informasi, dan berbagai bentuk pelanggaran di ruang digital.

Karena itu, Bawaslu memandang mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki kapasitas untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Mahasiswa adalah kunci yang menentukan arah navigasi demokrasi masa depan. Apa yang dilakukan generasi muda hari ini akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada tahun-tahun mendatang,” kata Puadi.

Lebih lanjut, Puadi menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat hanya dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Namun, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, untuk menjaga kualitas demokrasi dari berbagai tantangan yang muncul di era digital.

“Mahasiswa bukan hanya pemilih. Mahasiswa adalah mitra strategis Bawaslu dalam menjaga demokrasi. Karena itu kami mengajak generasi muda untuk menjadi agen literasi, agen perubahan, dan pengawas partisipatif yang aktif mengawal masa depan demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

Melalui program Bawaslu Campus Connect, Bawaslu terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Konsep DNA Mahasiswa Era Digital diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi dan komitmen menjaga integritas pemilu menuju 2029.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
3 days ago
3 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor