x

Cegah Gagal Panen Akibat El Nino, DPR Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Jul 2026 23:51 36 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, mendesak pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi guna menghadapi ancaman musim kemarau dan potensi fenomena El Nino tahun 2026.

Rina menekankan bahwa Sistem Peringatan Dini Pertanian (Siperditan) harus dioptimalkan agar target produksi pangan nasional tetap terjaga

“Kami meminta Kementerian Pertanian memperkuat mitigasi untuk menghadapi El Nino,” kata Rina dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian di Gedung DPR, Rabu (15/7/2026).

Ia menegaskan bahwa ancaman El Nino tidak boleh dianggap sebagai persoalan musiman biasa. Sebab, dampaknya akan sangat krusial terhadap penurunan produksi pangan jika tidak ditangani dengan langkah yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.

“Ancaman El Nino tidak boleh dianggap sebagai persoalan musiman semata. Dampaknya dapat menurunkan produksi pangan nasional jika mitigasinya tidak dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Rina.

Ia menyoroti masih adanya puluhan ribu hektare lahan padi yang terdampak kekeringan pada semester pertama 2026. Bahkan, beberapa daerah sentra produksi pangan seperti Sulawesi Selatan masih mencatatkan luasan puso yang cukup tinggi.

Menurut legislator Fraksi PKB itu, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.

“Data tersebut menunjukkan bahwa sistem peringatan dini harus benar-benar diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Jangan sampai informasi sudah tersedia, tetapi respons di daerah terlambat sehingga petani tetap mengalami gagal panen,” ujarnya.

Untuk itu, Rina meminta Kementan menjelaskan sejauh mana efektivitas SIPERDITAN telah diterapkan oleh pemerintah daerah, mulai dari penyampaian informasi kepada petani hingga langkah antisipasi yang dilakukan sebelum kekeringan terjadi.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh sarana pendukung tersedia sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

Mulai dari distribusi pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan dan optimalisasi embung, penyediaan benih tahan kekeringan, hingga pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian.

“Petani tidak cukup hanya diberi informasi bahwa akan terjadi kekeringan. Mereka juga harus dibekali solusi, mulai dari ketersediaan air, benih yang sesuai, hingga pendampingan agar dapat menyesuaikan pola tanam secara tepat waktu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rina menambahkan, penguatan mitigasi menghadapi El Nino merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengantisipasi risiko perubahan iklim yang semakin sering terjadi.

“Jangan sampai target produksi terganggu hanya karena kesiapan mitigasi belum optimal. Ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu melindungi petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
7 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor