Kapal kargo Kawa Ningbo, kapal pertama yang berlayar di rute langsung Ningbo-Wilhelmshaven, berangkat dari Pelabuhan Ningbo Zhoushan di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China, 30 Desember 2024. Kapal ini memuat lebih dari 1.700 kontainer TEU berisi baterai lithium dan barang-barang e-commerce, berlayar dari pelabuhan Ningbo di China menuju Wilhelmshaven di Jerman, menandai pembukaan rute pengiriman “ekspres China-Eropa”. Foto: Xinhua/Jiang Han TODAYNEWS.ID – China resmi mengoperasikan rute pelayaran nol karbon antarmoda laut-sungai pertama pada Selasa (30/6). Peresmian ditandai dengan keberangkatan kapal peti kemas listrik murni kelas 10.000 ton dari Pelabuhan Jiaxing menuju Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Provinsi Zhejiang.
Kapal tersebut dioperasikan oleh Ningbo Ocean Shipping Co., Ltd. dengan spesifikasi panjang 127,8 meter dan lebar 21,6 meter. Selain itu, kapal memiliki kapasitas angkut hingga 742 TEU (twenty-foot equivalent unit).
Untuk sumber tenaganya, kapal menggunakan 10 baterai dalam kontainer dengan total kapasitas penyimpanan energi sekitar 20.000 kilowatt-jam (kWh). Teknologi tersebut diperkirakan mampu menghemat sekitar 800 ton bahan bakar sekaligus menekan emisi karbon dioksida lebih dari 2.000 ton setiap tahun.
Sementara itu, Pelabuhan Jiaxing menjadi simpul penting yang menghubungkan jaringan jalur air pedalaman Zhejiang dengan pelayaran pesisir. Di sisi lain, Pelabuhan Ningbo-Zhoushan dikenal sebagai pelabuhan tersibuk di dunia berdasarkan throughput kargo.
Menurut administrasi keselamatan maritim Jiaxing, rute baru ini beroperasi tanpa mengonsumsi bahan bakar fosil maupun menghasilkan emisi gas buang. Sistem tersebut mampu memangkas emisi karbon dioksida sekitar 60 kilogram per TEU yang diangkut, sekaligus menghadirkan pilihan logistik rendah karbon bagi para pengekspor di Delta Sungai Yangtze untuk mengirimkan barang ke pasar global.