Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. Foto: Dok. DPR RI TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, meminta pemerintah memberikan informasi yang utuh mengenai mekanisme pembentukan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kepada masyarakat.
Keterbukaan ini menurutnya penting disampaikan agar publik tidak bingung ketika tren harga minyak dunia mulai turun, namun harga di SPBU domestik belum disesuaikan.
Pernyataan ini disampaikan Meitri setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak akhir dan kedua negara sepakat merampungkan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus menandai berakhirnya perang secara permanen.
Kesepakatan yang difinalisasi pada Minggu malam ini pun membawa angin segar bagi stabilitas global, dengan ditandai dibukanya kembali jalur perairan strategis Selat Hormuz oleh Iran.
Meredanya tensi geopolitik ini diproyeksikan akan menekan turun harga minyak mentah dunia. Namun, Meitri mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM di dalam negeri seperti Pertamax tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak global hari ini.
“Ada faktor lain seperti harga rata-rata impor pada periode sebelumnya, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen operasional yang ikut menentukan harga akhir,” ujar Meitri di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Meitri menjelaskan bahwa selama ini harga BBM non-subsidi mengacu pada formula yang menggunakan rata-rata harga dalam periode tertentu, sehingga terdapat jeda waktu antara perubahan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap harga BBM domestik.
Kendati ada jeda waktu, Meitri menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah dan badan usaha energi untuk lambat merespons penurunan harga energi global.
“Ketika harga minyak dunia naik, masyarakat merasakan dampaknya cukup cepat. Karena itu, saat harga mulai turun, pemerintah juga perlu menunjukkan komitmen yang sama untuk mengevaluasi harga secara objektif dan terbuka. Prinsip keadilan harus dirasakan di kedua situasi tersebut,” katanya.
Untuk itu, legislator Fraksi PKS ini mendorong pemerintah agar secara berkala menyampaikan kepada publik faktor-faktor yang memengaruhi harga BBM, termasuk perkembangan harga minyak internasional dan nilai tukar rupiah.
“Kami berharap apabila tren penurunan harga minyak dunia berlangsung konsisten dan faktor-faktor pembentuk harga lainnya ikut membaik, maka manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui kebijakan energi yang lebih adaptif,” ujar Meitri.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang spekulasi.
“Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” demikian Meitri.