x

Imbas Avtur Melejit, Komisi V DPR Khawatir Biaya Logistik Udara Cekik Masyarakat

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 22:00 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menyoroti dampak domino dari ketidakstabilan global yang memicu lonjakan terhadap harga bahan bakar pesawat (avtur) hingga membuat tarif penerbangan domestik mengalami kenaikan.

Menurut Erna, kenaikan tiket pesawat tersebut tidak hanya melanda Indonesia, melainkan sudah menjadi krisis transportasi udara di tingkat global.

“Kita pahami harga avtur meningkat, dan memang pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa diperbolehkan terhadap kenaikan ini, karena kita semua tahu, bukan Indonesia saja terhadap kenaikan tiket ini, tapi hampir seluruh di dunia ini,” kata Erna pada Rabu (27/5/2026).

Bahkan, imbas dari harga avtur yang tak terkendali ini memaksa sejumlah maskapai mengambil langkah ekstrem demi bertahan hidup.

“Bahkan kita lihat, ada beberapa penerbangan yang sudah mengurangi jam terbangnya, dan lain sebagainya, maskapai yang sudah tidak terbang lagi, karena harga avtur ini yang sudah tidak terkendali,” ungkap Erna.

Legislator dari Fraksi NasDem itu menegaskan bahwa persoalan tiket mahal ini tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai urusan mobilisasi orang.

Menurutnya ada efek domino yang jauh lebih besar dan nyata dirasakan langsung oleh masyarakat, yaitu sektor logistik.

Ketika tarif kargo udara ikut melambung akibat harga avtur, biaya distribusi barang otomatis membengkak. Alhasil, harga kebutuhan pokok dan barang dagangan di pasar akan ikut meroket.

“Ini kan bukan soal hanya angkutan orang, tetapi juga bagaimana dengan logistik, maka logistik ketika naik, harga pesawat naik, maka yang dirasakan adalah oleh masyarakat, membeli barang pun sudah mahal sekali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Komisi V DPR RI memberikan dukungan penuh sekaligus mendesak pemerintah untuk mengunci harga tarif penerbangan saat ini agar tidak kembali merangkak naik.

“Kita berharap ini sudah yang terbaik dilakukan pemerintah, bahwa kita juga berharap pemerintah bisa mengendalikan harga tiket untuk tidak naik lagi, dengan berbagai upayanya saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erna juga mendorong pemerintah untuk segera melakukan relaksasi regulasi, khususnya pada rute-rute penerbangan yang menuju destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, jika aturan tidak segera dilonggarkan, Indonesia terancam kehilangan potensi pendapatan negara yang besar dari sektor pariwisata.

“Tentu ini harus ada relaksasi juga, regulasinya relaksasi, terutama untuk tujuan yang memiliki destinasi wisata. Kalau tidak, ini akan berpengaruh terhadap wisatawan yang mau berkunjung. Pengaruhnya pada pengurangan pendapatan negara kita. Nah, siklus (ekonomi) itu yang harus dipertahankan,” tutup Erna.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x
domain