Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mendesak pemerintah segera mengantisipasi dampak fenomena El Nino ‘Godzilla’ yang mulai terasa di kawasan Indonesia Timur atas menurunnya intensitas hujan dalam satu bulan terakhir.
“Fenomena El Nino ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Penggunaan istilah El Nino ‘Godzilla’ menggambarkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan,” ungkap Usman di Jakarta, Senin (11/5/2026).
“Oleh karena itu, kami meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya dampak fenomena El Nino ini terutama dalam ketersediaan pangan dan air bersih,” tambah Usman.
Usman mencontohkan, seperti yang terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), bahwa dampak El Nino mulai dirasakan oleh masyarakat dengan meningkatnya suhu udara atau cuaca terasa lebih panas dibandingkan biasanya.
“Udara di siang hari terasa jauh lebih panas dibandingkan sebelumnya. Intensitas hujan juga semakin kecil,” ujarnya.
Menurut Usman, kondisi tersebut harus segera diantisipasi karena ancaman terbesar El Nino adalah terganggunya sektor pertanian akibat kekeringan dan berkurangnya pasokan air irigasi.
Sebab kata legislator Fraksi PKB itu, jika tidak ditangani sejak dini, produktivitas pertanian dapat menurun dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.
“Pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika musim kering berlangsung lebih lama akibat El Nino, sawah-sawah berpotensi mengalami kekeringan. Ini tentu mengancam hasil panen petani dan bisa berdampak pada pasokan pangan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Usman meminta pemerintah bergerak cepat dengan memperkuat infrastruktur air di daerah-daerah rawan kekeringan.
Selain itu, Usman juga meminta pemerintah untuk membuat sumur bor di daerah pertanian melalui pembangunan jaringan pipa air dan penambahan pompa air untuk membantu distribusi air ke lahan pertanian.
“Kami meminta pemerintah turun tangan mempercepat pembangunan sumur bor di lahan pertanian dan pipa-pipa air dan menambah keberadaan pompa air untuk membantu mengalirkan air ke sawah-sawah sehingga para petani tetap bisa bertani di tengah ancaman kekeringan,” pintanya.
Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah daerah (pemda) bersama kementerian terkait menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk memastikan cadangan air tetap tersedia dan melakukan pendampingan kepada petani agar mampu beradaptasi terhadap perubahan cuaca ekstrem.
“Jangan sampai kita terlambat mengantisipasi. Jika langkah mitigasi dilakukan sejak sekarang, dampak El Nino terhadap pertanian dan kehidupan masyarakat bisa ditekan,” pungkasnya.